Tampilkan postingan dengan label Sidrap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sidrap. Tampilkan semua postingan

Hadirilah !!!
Seminar Kesehatan islami

PERAWATAN GIGI DAN MULUT , JANGAN REMEHKAN!!!
Peateri : 
1. Drg. Wisudarjianti
2. Ustadzah Mardhatillah

Waktu : 
Ahad, 7 april 2013
Pukul, 08.00-12.00

Tempat:
Hotel Grand Sidny Jl.Hj. Ramida Massagoni No.11 
(Sebelah Selatan pasar Sentral Pangkajene )

Kontribusi:
Rp 15.000.
Khusus Muslimah...!!!!????

, , , , , ,



mukmin.in - Para ABG seharusnya mulai berhenti mengidolakan artis seperti Justin Bieber atau sosok vampire ganteng ala Edward Cullen yang ada di film Twilight.

Karena masih banyak bule-bule Muslim yang ada di luar sana yang keislamannya mungkin jauh lebih baik dari kita yang tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim dan lebih layak dijadikan mantu atau dijadikan sosok ‘idola’ (tentunya Rasulullah yang tetap harus jadi idola utama).

Siapakah sosok bule Muslim tersebut? Salah satunya adalah Fatih Seferagic. Pemuda bule Amerika hafizh 30 Juz Al-Quran, bersuara indah dan ganteng pula. Pemuda muslim berkebangsaan Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang menetap di Texas, Amerika Serikat.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

mukmin.in - Banyak opini yang berkembang tentang keberadaan kedokteran Islam, namun kebanyakan opini tersebut menyempit menjadi opini yang menyederhanakan kedokteran Islam menjadi kedokteran nabi (thibbun nabi).
Empat hal yang disebut-sebut berkaitan dengan kedokteran Islam
(1) kebiasaan sehat Rasulullah seperti puasa sunah, tidak makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang, dll;
(2) mengkonsumsi madu atau habatussaudah
(3) bila sampai sakit, terapinya adalah bekam;
(4) untuk penyakit karena pengaruh sihir dilakukan ruqyah syar’iyah. [1]
Ilmu kedokteran Islam didefinisikan sebagai ilmu pengobatan yang model dasar, konsep, nilai, dan prosedur- prosedurnya sesuai atau tidak berlawanan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Prosedur medis atau alat pengobatan yang digunakan tidak spesifik pada tempat atau waktu tertentu. Ilmu kedokteran Islam itu universal, mencakup semua aspek, fleksibel, dan mengizinkan pertumbuhan serta perkembangan berbagai metode investigasi dan pengobatan penyakit. [2]

, , , , , , , , , , ,

mukmin.in - Syaikh Al-Arify pernah bercerita dalam kajian di channel Al-Khalijiyyah, berjudul Al-Jahlu bi Ad-Diin (kebodohan akan perkara agama). Suatu hari beliau diundang ceramah di suatu kampus di Timur Tengah. Beliau pun menjawabnya dan datang di waktu yang tepatnya ditentukan.

Ternyata, kelakuan para hadirin, yaitu para mahasiswa kampus tersebut, mengecewakan beliau. Tersebab ketika beliau menjajakan ilmu bermanfaat, banyak dari mereka saling 'berkicau'. Adab majelis hilang. Sebagian hadirin pun perhatiannya sungguh kurang. Syaikh Al-Arify pulang dengan kekecewaan. Ia merasa belum pernah ada kajian seburuk itu dan berharap tak terulang. Namun, beliau berusaha meredam kekecewaan dan mendoakan yang terbaik.

Setahun kemudian, beliau ditelepon oleh pihak kampus. Mereka hendak lagi mengundang beliau untuk mengisi kajian. Mendengar nama kampus tersebut, beliau merasa menjawabnya tidak harus. Namun, bagaimanapun ia tidak bisa mencari alasan untuk kabur dari permintaan.

, , , , , , , , , ,

mukmin.in - Masyarakat Turki Austria telah menuduh perusahaan mainan Lego telah melakukan tindakan rasisme setelah rilis model Star Wars baru yang menyerupai bangunan bersejarah masjid Hagia Sophia di Istanbul.

"Apa yang Lego rekomendasikan orang tua untuk dibeli sebagai hadiah Natal? Jawabannya adalah rasisme murni, " kata Komunitas Budaya Turki Austria dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh The Huffington Post pada hari Kamis, 24 Januari sebagaimana dilansir onislam.net.

, , , , , , , , , , , , , , ,

Pemain bintang  Ghana Mubarak Wacasso Adwa’ berhasil  mencetak kemenangan selama pertemuan dengan tim nasional  Mali di putaran kedua untuk Piala Afrika yang diselenggarakan Afrika Selatan.
Mubarok yang bergabung pada tim  ”Espanyol” berhasil mendapat perhatian media Spanyol saat merayakan gol untuk negaranya yang dicetak di gawang Mali dan ia membawa kemenangan tersebut di babak kedua, di mana ia merayakan dengan cara sendiri,  dengan mengangkat kemejanya maka ia tampil mengenakan kaos yang bertuliskan  “Allah Is Great ” yang dalam bahasa indonesia berarti “Allah Maha Besar.”

Cara perayaan Mubarak tersebut mengingat kenangan yang terjadi pada final Piala Afrika  tahun 2006, ketika playmaker Mesir  Mohamed Aboutrika memakai kaos dalam yang bertuliskan arab ” Nahnu Fidaka Ya Rasulallah ” yang berarti “ kami adalah delegasimu wahai Rasulullah “  setelah mencetak gol kemenangan untuk timnya di pertandingan Pantai Gading.

Tim  Ghana menghadapi hukuman, dengan latar belakang menggunakan agama untuk merayakan gol dicetak. Dan ini adalah apa yang dilarang oleh hukum International Federation of Football “FIFA”.
Pasal IV dari Undang-undang tentang  pemain dilarang untuk menunjukkan pakaian dengan slogan-slogan atau propaganda untuk  partai politik atau agama atau pribadi. (zae/alarabiya)

Eramuslim.com

, , , , , , , , , , , , , ,

mukmin.in -  Universitas Harvard menukil salah satu ayat Alquran sebagai bentuk penghormatan. Universitas tertua di Amerika Serikat itu mengukirkan petikan ayat Quran di gerbang masuk Fakultas Hukum

''Fakultas Hukum Harvard menyebut ayat suci sebagai salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan sepanjang sejarah,'' tulis surat kabar Arab Saudi 'Ajel' seperti dikutip Emirates247.

Ayat Alquran itu diukir di tembok yang menghadap pintu masuk utama Fakultas Hukum Harvard. Seperti ditulis Ajel, Harvard mengabadikan ayat tersebut sebagai kata-kata terbaik tentang keadilan.
Adalah mahasiswa Arab Saudi yang sedang menimba ilmu di Universitas Harvard, Abdullah Jumma, yang menyadari bahwa tulisan yang terpampang di gerbang masuk Fakultas Hukum itu merupakan petikan ayat Alquran.
Jumma langsung menyebarkan foto tulisan ayat alquran tersebut lewat jejaring sosial Twitter. ''Saya yakin ayat alquran telah ditulis oleh Fakultas Hukum yang menggambarkan salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan dalam sejarah,'' kata Jumma.
Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Harvard merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat.



Redaktur: Didi Purwadi
REPUBLIKA.CO.ID



Isi surat Annisa ayat 135 (kiri) bersanding dengan kutipan pemikiran sejumlah filusuf di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard. (www.republika.co.id)

Terjemahan surat Annisa ayat 135 yang dituliskan di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard, Amerika Serikat, yang difoto oleh Abdullah Jumma. (www.emirates247.com)





, , , , , , , , , ,

mukmin.in – Restoran cepat saji McDonald’s di salah satu kawasan di Amerika Serikat, digugat US$ 700.000 atau sekitar Rp 6,7 miliar oleh beberapa komunitas Muslim di Detroit, AS. McD harus membayar gugatan tersebut karena dinilai membohongi umat Muslim dengan mencantumkan label halal pada makanan yang tidak jelas kehalalannya.
Seperti diberitakan Foz News, Senin (21/1), McD dan pemilik waralabanya, Finley’s Management Co harus membayar ‘uang damai’ kepada warga Dearbon Heights yang pertama kali menggugat, Ahmed Ahmed, klinik kesehatan Huda dan Museum Nasional Arab Amerika di Dearbon, dan pengacara yang menangani kasus tersebut.
Ahmed melayangkan gugatan setelah membeli sandwich isi daging ayam di salah satu cabang McD di Dearborn. Menurut dia, daging ayam itu tidak halal, tidak sesuai dengan label yang tertera.
Ahmed menjelaskan, yang dia maksud tidak halal karena daging ayam itu disembelih dengan cara yang tidak sesuai dengan syariat Islam, yaitu dengan mengucapkan nama Allah. Namun, dalam kemasannya tertera label halal.
Pihak McD sendiri mengaku bersedia memberikan ganti rugi dengan dalih tidak ingin memperpanjang kasus tersebut.
Dilansir berita99.com McDonald’s harus membayarkan ganti rugi ke setiap orang yang memesan menu itu antara September 2005 hingga Jumat (18/1) lalu. Namun ini mustahil. Akhirnya, kedua pihak setuju memberikannya kepada komunitas Muslim melalui beberapa lembaga.[UGT]
Red : Khansa Salsabillah


Sumber: Undergroundtauhid.com

, , , , , , , , , , , ,

mukmin.in - Seolah tak ada habisnya, berbagai bencana terus melanda negeri ini, banjir,tanah longsor, gempa bumi dan tsunami, atau pun letusan gunung berapi.
        
Tanggapan manusia pun bermacam-macam. Para pakar geologi mengatakan hal ini adalah fenomena alam. Paranormal mengambinghitamkan makhluk-makhluk halus penunggu tempat-tempat yang dilanda bencana. Dan sangat sedikit yang mengaitkannya dengan dosa-dosa manusia.

Fenomena Alam atau Teguran?
Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rûm: 41).

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (QS. An-Nahl: 112).
  
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda, "Wahai, Kaum Muhajirin! Sesungguhnya ada lima perkara  yang aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menemuinya.

(1) Tidaklah muncul perbuatan keji (zina) pada suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka wabah dan pelbagai penyakit (thâ'ûn) yang belum pernah menimpa kepada orang-orang sebelum mereka.

(2) Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangannya, kecuali niscaya mereka akan ditimpa dengan tandusnya tanah, paceklik sepanjang tahun, serta berkuasanya penguasa-penguasa yang zhalim.

(3) Dan tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat hartanya, kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka bencana dengan tidak diturunkannya hujan dari atas langit kepada mereka. Dan kalaulah bukan karena binatang ternak, niscaya Allah akan menahan turunnya hujan selama-lamanya.

(4) Dan tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara mereka dengan Allah dan Rasul-Nya, melainkan Allah akan mendatangkan musuh-musuh yang bukan dari golongan mereka, lalu merampas sebagian harta yang ada di tangan mereka.

(5) Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah dan tidak memilih yang terbaik dari apa yang Allah turunkan kecuali Allah turunkan kepada mereka kesengsaraan (perpecahan) di antara mereka." (HR. Ibnu Majah, no. 4019, dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani).

Kebanyakan orang memandang pelbagai macam musibah yang menimpa manusia hanya dengan logika berpikir yang bersifat rasional, terlepas dari tuntutan Wahyu Ilahi. Sehingga solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama, yaitu kemaksiatan umat manusia kepada Allah Subhaanahu Wata’ala Sang Pencipta Jagat Raya, yang di tangan-Nyalah seluruh kebaikan, dan kepada-Nyalah dikembalikan segala urusan.
Antara Ketaatan dan Berkah Alam
   
Apabila penduduk suatu negeri taat kepada Allah Subhaanahu Wata’ala, maka keberkahan akan melimpah kepada mereka. Misalnya pada jaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, alam begitu bersahabat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam dan para sahabat, sehingga gunung-gunung sangat mencintai mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda ketika melihat bukit Uhud seraya menunjuk padanya, "Bukit ini mencintai kami dan kami pun mencintainya. "  (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan makanan yang dinikmati oleh para sahabat ikut bertasbih sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, "Kami pernah mendengarkan tasbih dari makanan yang sedang dimakan."  (HR. Bukhari).

Dalam riwayat Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu juga disebutkan bahwa para sahabat mendengarkan tasbih batu-batu kerikil di tangan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Demikian pula dengan batang kayu yang pernah dijadikan mimbar oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam menangis ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam meninggalkannya.

Demikianlah beberapa contoh respon yang diberikan oleh alam kepada orang-orang yang taat kepada Allah Subhaanahu Wata’ala. Sangat berbeda dengan perlakuan yang diberikan kepada orang-orang yang durhaka. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya, "Maka langit dan bumi tidak menangisi (kepergian) mereka dan mereka pun tidak diberi tangguh." (QS. Ad-Dukhân: 29).

Sebaliknya, kata Ibnu Abbas—رضي الله عنهما, orang mukmin kepergiannya ditangisi oleh langit dan bumi. Ditangisi oleh langit, karena orang yang melakukan amal shaleh, maka amalannya akan naik ke langit dan akan diterima oleh langit. Sebagaimana   bumi pun menangis ketika ditinggalkan oleh orang-orang yang shaleh karena tidak dipijak lagi untuk melakukan ketaatan. (lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, kaum Muslimin memberikan suasana bersahabat dengan alam, maka alam pun memberikan sikap yang sama, memberikan rahmat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dan kepada para sahabatnya. Sebaliknya, jika penduduk suatu negeri tidak taat kepada Allah, maka alam ini bisa menjadi tentara-tentara Allah untuk membinasakan penduduknya. Sebagaimana pada zaman Fir'aun, kutu, katak, bahkan hewan-hewan lemah pun bisa menjadi sebab untuk hancurnya pengikut-pengikut Fir'aun.
Jangan Merasa Aman!
   
Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, Artinya, "Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS. Al A'râf: 97-99).
   
Inilah peringatan bagi mereka yang masih terus bergelimang dengan kemaksiatan, yang tidak lagi memiliki rasa malu bahkan bangga dengan dosa-dosanya, yang membusungkan dada menantang datangnya adzab Allah, bahwasanya tak seorang pun di antara kita yang patut merasa aman dari adzab Allah yang teramat pedih.

Pelajaran dari Umat-umat Terdahulu
Karena maksiatlah, Allah menumpahkan air dari langit, memuntahkannya ke bumi, hingga mereka, umat Nabi Nuh Alaihissalam nyang kafir dan durhaka itu ditenggelamkan dan binasa (lihat QS. Al A’râf: 63-64).
   
Karena maksiatlah, Allah menghancurkan kaum Nabi Hud Alaihissalam. Ditumpas habis tanpa sisa (lihat QS. Asy-Syu'arâ': 139).
   
Kalau bukan karena maksiat, kaum Tsamud tidak akan menelan mentah-mentah adzab yang sangat pedih (ihat QS. Al A'râf: 77-78).
   
Karena maksiat pulalah, kaum Nabi Luth Alaihissalam beserta tujuh kotanya hancur berkeping-keping. Kota mereka diangkat setinggi-tingginya ke atas langit dengan cepat, lantas dibenturkan ke bumi dalam keadaan yang di atas ke bawah (dibalik) lalu dihujani bebatuan dari sijjîl (lihat QS. Hud: 82-83).
   
Negeri Fir'aun dilanda topan kencang, hama belalang, tersebarnya kutu, merajalelanya kodok dan menyebarnya darah; pun karena maksiat. Lalu karena mereka tidak mengubah sikapnya, Allah Subhaanahu Wata’ala menenggelamkan mereka di lautan (lihat QS. Al A'râf: 133-136).
   
Bangsa Yahudi bertubi-tubi mendapatkan laknat dan adzab. Mereka menyakiti, bahkan membunuh beberapa nabi mereka, maka pantas sekali kalau Allah mengubah mereka menjadi binatang yang paling keji di dunia, mereka diubah menjadi kera dan babi, karena tabiat mereka memang seperti kera dan babi.
   
Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluhlantakkan disebabkan oleh satu dua jenis kemungkaran yang dikepalai oleh dosa kesyirikan. Sekarang, bagaimana dengan kita? Apa yang kita saksikan dan alami sekarang ini di tempat kita, di lingkungan kita, di kota kita, dan bahkan di seantero negeri kita? Kesyirikan yang merupakan biang malapetaka dunia dan akhirat kini seolah telah menjadi kebutuhan. Berapa banyak kita dapati media massa yang menjajakan kesyirikan, ulama-ulama sesat menyeru umat kepada perbuatan syirik dengan dibungkus sedemikian rupa untuk menyesatkan umat. Demikian pula dengan  bid'ah dan maksiat, terjadi di mana-mana.
Bencana, Untuk Semua
  
Muncul pertanyaan, "Mengapa harus daerah ini, atau kota ini, atau negara ini yang ditimpa musibah, padahal masih banyak daerah-daerah lain yang lebih pantas untuk diadzab oleh Allah? Bukankah di sana ada orang-orang shaleh dan anak-anak kecil yang tidak berdosa?

Jawabannya: Allah Subhaanahu Wata’ala telah mengingatkan bahwa adzab-Nya tidak khusus menimpa orang-orang zhalim di antara kita. Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman, artinya, "Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya." (QS. Al Anfâl: 25).
    
Ummu Salamah—radhiyallahu 'anha—menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Jika timbul maksiat pada umatku, maka Allah akan menyebarkan adzab kepada mereka. Aku berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah tidak ada waktu itu orang-orang shaleh?" Beliau menjawab, "Ada." Aku bertanya lagi, "Apa yang Allah akan perbuat kepada mereka?" Beliau menjawab, "Allah akan menimpakan kepada mereka adzab sebagaimana ditimpakan kepada orang-orang yang melakukan maksiat, kemudian mereka akan mendapatkan ampunan dan keridhaan dari Rabb-nya." (HR. Ahmad, Al Haitsami mengatakan bahwa semua perawi hadits ini terpercaya).
Ke Mana Mengadu?
   
Orang-orang musyrik pada zaman dulu yang terkenal dengan pembangkangan mereka kepada Allah, ketika ditimpa suatu musibah, maka mereka memurnikan ketaatan mereka kepada Allah Subhaanahu Wata’ala. Meskipun ketika musibah tersebut berlalu, mereka kembali ingkar dan kembali kepada kesyirikan mereka. Sebagaimana digambarkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala, artinya, "Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)." (QS. Al 'Ankabût: 65).
   
Itu kondisi orang-orang jaihiliyah tempo dulu. Bandingkan dengan keadaan manusia "modern" sekarang ini, ketika mereka merasa akan ditimpa suatu bencana, maka bukannya mengikhlaskan ketaatan kepada Allah Subhaanahu Wata’ala, justru mereka semakin tenggelam dalam kesyirikan dengan meminta bantuan kepada para pawang, dukun-dukun, makhluk-makhluk halus, penunggu-penunggu tempat keramat dan benda-benda lain yang disakralkan. Sejatinya bertobat dan meminta perlindungan kepada Allah Subhaanahu Wata’ala, malah meminta kepada makhluk yang untuk menolong diri mereka sendiri pun, mereka tidak mampu.

Wallâhul Musta'ân wa ilaihil musytaka
( Al Fikrah No.20 Tahun XI/20 Dzulqa'dah 1431 H)

, , , , , , , , , , ,

mukmin.in - Media yang cukup representatif di Amerika – The New York Times, ternyata selama ini melakukan pembohongan publik terhadap rakyat Amerika, khususnya mengenai kejahatan-kejahatan dan kekejeman yang dilakukan oleh zionist israel.
Menurut sudut pandang media The New York Times, tidak ada yang namanya pengepungan diwilayah Gaza, tidak ada pendudukan di Tepi Barat, dan bahkan tidak pernah terjadi Nakba (pembunuhan besar-besaran terhadap warga Palestina di tahun 1948). Media ini tidak pernah memberitakan dan mencatat peristiwa-peristiwa ini.

Pada tanggal 13 Desember 2012 lalu, The New York Times menerbitkan artikel yang ditulis oleh Steven Erlanger, artikel ini membahas tuntas tentang meningkatnya angka kemiskinan di Gaza, namun didalam artikel ini sama sekali tidak menyebutkan adanya blokade terhadap Gaza oleh israel, padahal blokade inilah yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan di Gaza.

Semua serangan yang dilakukan Israel terhadap Gaza dianggap sebagai balasan terhadap roket Hamas, bahkan Erlanger memutar balikan fakta bahwa semua ketidak-beruntungan dan kemiskinan warga Gaza adalah dikarenakan “pengepungan” yang dilakukan oleh HAMAS terhadap warganya sendiri, dalam artikel ini menyebutkan bahwa HAMAS telah menyebabkan warga Gaza semakin miskin karena tidak sanggup menjalankan roda pemerintahan di Gaza, sehingga angka pengangguran semakin meningkat.

Artikel-artikel maupun berita yang dibuat The New York Times tentang Palestina jauh sekali dari fakta sebenarnya, dan sangat menyesatkan bagi pembaca khususnya warga Amerika, The New York Times melindungi kepentingan-kepentingan israel dengan cara memberikan rakyat Amerika berita-berita yang penuh khayalan bahwa israel berada dipihak yang benar.
Mungkin karena itulah, mengapa warga Amerika buta terhadap persoalan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya konflik israel – Palestina. Mereka tidak memahami catatan historis, geografi, dan realita-realita politik yang sebenarnya terjadi.

Jadi, menurut The New York Times, HAMAS lah yang bertanggung jawab terhadap persoalan yang terjadi di Gaza; dan israel sama sekali tidak ada hubungannya terhadap masalah yang dialami warga Gaza.

Undergroundtauhid.com
Electronicintifada.net
Red : Catalyst Fist

, , , , , , , , , , , , , , ,


Nama Israel sudah populer di semua kalangan. Hampir seluruh media massa di dunia menyebut sebuah negara penjajah yang menguasai Palestina saat ini sebagai “negara Israel”. Padahal jika dijelusuri secara historis, istilah Israel dalam hal ini tidak tepat. Ini adalah bagian dari “perang terminologi”. Tanpa sadar, hampir keseluruhan umat Islam dengan mudah mengucapkan kata “Israel” bahkan diikuti dengan kata atau doa yang buruk serta laknat terhadap mereka. Padahal, nama Israel adalah nama Nabi Ya’qub alaihisalam.
Yahudi memanfaatkan nama “Israel” saat mereka membangun kekuatannya di era modern ini. Dengan nama itu, mereka mengklaim terikat dengan dengan Nabi Allah Israil alaihissalam, mengikuti agamanya, pewarisnya, keturunannya. Dan seakan Allah meridlai mereka.

Tatkala Yahudi menduduki Palestina dan mendirikan negara mereka di sana, mereka menamakannya dengan “negara Israel”. Lembaga dan instansi yang ada juga atas nama Israel; Bank Israel, bendera Israel, tanah Israel, suara Israel, tentara pertahanan Israel, kementerian luar negeri Israel dan seterusnya.
Agar diterima oleh masyarakat dunia, Yahudi memberikan imbuhan dan kesan dimensi agama dalam entitas dan eksistensi mereka di tanah Palestina. Ini mereka lakukan agar masyarakat internasional simpati agamis dan kalangan yahudi dunia sudi eksodus ke negara Yahudi, mengerahkan seluruh energi dan potensi yang mereka milik untuk negara penjajah ini.

Selain itu, dengan menamakan diri sebagai “negara Israel” cara seperti ini, Yahudi ingin mempengaruhi kalangan Kristen dunia dan mendapatkan dukungan. Sebab kalangan ini juga mengklaim beriman kepada Injil (Bibel) dan Taurat juga. Taurat adalah Perjanjian Lama dan Bibel adalah Perjanjian Baru. Keduanya diyakini kalangan Kristen sebagai kitab suci.
Yahudi ingin memberikan entitas mereka di Palestina untuk kalangan Kristen sebagai wujud nubuwat dalam perjanjian lama di dalam kita suci. Mereka ingin menunjukkan seakan ini sebagai perwujudan janji Allah kepada Ibrahim dan Israil (Yakqub). Mereka ingin memberikan pemahaman kepada Kristen bahwa dukungan kepada ensitas Yahudi di Palestina adalah konsekwensi keimanan Kristen kepada Injil (Bibel). Karenanya, sebagian negara Kristen di barat terpengaruh kepada klaim Yahudi ini.

Israil adalah Nama Nabi
Israil adalah Nabi Allah yang mulia dan dicintai-Nya. Ia adalah Yakqub bin Ishak bin Ibrahim alaihimussalam. Allah berfirman,
“Mereka itu adalah orang-orang yang Telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Telah kami beri petunjuk dan Telah kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Maryam: 58)
Sementara Bani Israil adalah anak dan keturunan Nabi Yakqub 12 orang, Yusuf dan saudara-saudaranya. Dari 12 orang inilah berkembang biak dan menjadi Bani Israil saat mereka tinggal di Mesir bersama Yusuf. Ketika datang Musa, mereka keluar bersamanya ke Gurun Sinai. Saat mereka kehausan Musa memukulkan tongkatnya ke batu dan mengeluarkan mata air sebagi mukjizat.
Nama Bani Israil digunakan sampai diutusnya Nabi Muhammad. Ayat Al-Quran jelas menginformasikan tentang mereka, sejarah, perbuatan, taklif Allah kepada mereka, kesalahan dan penyimpangan mereka.

Yahudi atau Israel?
Al-Quran menyebut Yahudi kepada Bani Israil setelah diutusnya Nabi Muhammad dan setelah mereka kufur dan mengingkari kenabian beliau. Nama Yahudi adalah bukan bahasa Arab namun digunakan untuk mengistilahkan bangsa kafir yang dimurkai Allah. Nama Yahudi hanya disebutkan dalam ayat-ayat madani (yang turun setelah hijrah ke Madinah) di delapan kali di surat; Al-Baqarah, Al-Maidah, dan di At-Taubah semuanya dengan konteks celaan atas mereka dan bukan pujian.
Beralihnya peristilahan Al-Quran dari Bani Israil kepada Yahudi ini memberikan kesimpulan bahwa umat Islam wajib mengikuti methode Al-Quran dalam membedakan antara Yahudi dan Bani Israel.
Ketika Al-Quran mengganti istilah Bani Israel menjadi Yahudi ini ingin menghilangkan mereka dari warisan hakiki Ibrahim dan Israil. Meski mereka mungkin masih ada keturunan Nabi Israil, namun mereka bukan pewarisnya karena mereka tidak mengikuti agama beliau.

Karena itu untuk menunjuk kepada negara penjajah di Palestina saat ini yang benar adalah menyebutkan “negara penjajah zionis yahudi” dan bukan Israel. Zionis menunjuk kepada organisasi internasional jahat yang merancang berdirinya negara penjajah tersebut di Palestina. Sebab jika menggunakan Israel dikhawatirkan akan memberikan imbuhan laknat, celaan, cercaan kepada seorang Nabi Allah yakni Yakqub. Jika pun terpaksa menggunakannya karena tuntutan konteks jurnalistik maka menyebut itu dengan tanda petik ‘Israel’.(Pic)

Sumber: Islam Pos
Oleh: Tirmidzi Basyir

, , , , , , , , , ,

REPUBLIKA.CO.ID, TALLAHASSE -- Florida dikenal sebagai satu titik kampanye negatif tentang Islam dan Muslim. Untuk itu, komunitas Muslim Florida berinisiatif untuk terus mempromosikan ajaran Islam. Bentuk implementasi pemikiran itu dimulai awal tahun ini melalui sebuah kampanye yang diberi nama “Why Islam”.

Kampanye itu merupakan hasil kolaborasi antara Lingkar Islam Amerika Utara (ICNA), Yayasan Persatuan Muslim Amerika (UMF)dan Islamic Center Orlando (ICO). Nantinya, fokus dari kampanye ini adalah menyajikan gambaran yang akurat tentang Islam dan menciptakan peluang baru untuk dialog bersama masyarakat Amerika.

“Kami melihat itu sebagai bentuk tanggung jawab Muslim Amerika untuk memperkenalkan Islam dan mengklarifikasi kesalahpahaman tentang Muslim Amerika,” papar dia seperti dikutip dalam laman resmi ICNA, Rabu (2/1).

Guna memperkuat kampanye itu, akan dipasang 29 billboard, pembuatan linkvideo pada laman resmi ICNA dan siaran radio via jaringan AM. Selain itu,juga disediakan layanan call center 1 (877) Why Islam (949-47526).  Bagi ICNA, kampanye ini bukanlah yang pertama kalinya.

Tahun lalu misalnya, ICNA memberikan mushaf Alquran dan pamflet tentang Islam dan Muslim di depan perpustakaan umum. Pamflet itu meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk hubungan antara umat Islam dengan Kristen dan Yahudi, status perempuan, akhirat, ibadah dan pandangan Islam tentang terorisme.
Ketua UMF, Masuma Virji mengatakan pihaknya sangat tertarik menjadi bagian dari protek ini guna mendorong setiap orang untuk menelpon dan belajar lebih banyak tentang Islam. “Kami senang untuk memberikan kontribusi terhadap usaha mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat Amerika,” kata dia.

Sebelum ICNA, lebih dulu Dewan Hubungan Amerika Islam meluncurkan kampanye “MyJihad”. Kampanye ini bertujuan untuk berbagi makna yang tepat dari jihad. Serupa dengan “WhyIslam”, “MyJIhad” juga memanfaatkan ruang komersial dan medium komunikasi guna memperluas jangkauan.

Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Reporter: Agung Sasongko

, , , , , , , , , , , , , , ,

Islamedia -Muslim Amerika Serikat meluncurkan kampanye iklan dan media sosial dengan harapan untuk memulihkan citra kata "jihad" dari kelompok ekstrim, yang dianggap sering terjebak mempersamakan laku spiritual itu dengan terorisme.

Kampanye tersebut menampilkan gambar individu-individu Muslim yang menunjukkan perjuangan pribadi mereka -- sebagai makna Jihad -- di bus-bus, Twitter, Facebook, dan sebuah laman khusus: myjihad.org.

"Jihadku ialah menjalin persahabatan lintas batas," kata salah satu iklan yang menampilkan seorang pria Afro-Amerika bersandar ke bahu seorang teman Yahudinya, sebagaimana laporan AFP.

"Jihadku ialah untuk terus melangkah maju, walaupun kehilangan anak tercintaku," kata iklan yang lain, menampilkan potret seorang ibu dengan tiga orang anak yang tersisa. Sang Ibu kehilangan anaknya karena menderita Sindrom Hunter.

"Jihadku ialah tidak menghakimi orang dari penampilannya," kata iklan ketiga, menampilkan dua orang perempuan mengenakan kerudung.

Iklan kampanye muslim tersebut turut dipicu oleh merebaknya serangkaian iklan bermuatan kebencian yang menjuluki Muslim sebagai "kaum bengis" dan mendorong orang-orang untuk "mengalahkan jihad", iklan-iklan kebencian tadi ditempelkan di bus-bus dan kereta-kereta di New York, Chicago, dan San Fransisco.

Tetapi iklan kampanye balasan tersebut juga ditujukan kepada kalangan muslim, mengingat makin besarnya rasa kecewa karena pendistorsian dan pembusukan makna jihad sebagai keyakinan iman mereka yang mendasar.

"Jihad ialah sebuah istilah yang malangnya telah disalahtafsirkan secara luas oleh aksi-aksi kalangan ekstrim, dan oleh usaha-usaha indoktrinasi masyarakat yang datang dari kelompok-kelompok Islamofobik yang mengklaim bahwa ekstrimis minoritas itu benar dan muslim mayoritas itu keliru," kata Rehab, yang merupakan salah satu direktur eksekutif CAIR cabang Chicago.

"Kampanye MyJihad ialah untuk merebut ulang makna jihad dari penafsiran ekstrim anti-Muslim," lanjut Rahab.

Iklan-iklan tersebut ditempatkan di bus-bus di Chicago. Rehab mengharapkan dapat meningkatkan pendanaan untuk memperluas jangkauan kampanye hingga ke kota New Yok, Washington, San Francisco, Seattle, Houston, Dallas, dan Oklahoma City. Panitia penyelenggara juga sedang mempersiapkan agar iklan-iklan tersebut bisa tampil di bus-bus di Toronto, London, Manchester, Sydney, dan Melbourne. [iinanews]

Sumber: Islamedia

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Salah satu masjid di Turki melakukan cara unik untuk mengajak anak-anak mencintai masjid dan rajin shalat di dalamnya.

Situs Hurriyet mengabarkan (2/1), bagi anak-anak yang rutin hadir 180 kali untuk shalat ke masjid akan mendapat tablet PC, seperti dikatakan Cebrail Öztürk, Imam masjid Dayili di Central Anatolia distrik Yozgat.

“Kami berusaha mencari perhatian anak-anak dan mendorong mereka untuk shalat ke masjid dengan memanfaatkan antusiasme mereka terhadap teknologi dan internet,” kata Öztürk.
Masjid ini berencana membagikan tablet PC kepada anak-anak yang datang ke masjid sebanyak 180 kali dalam waktu dua bulan berturut-turut.

“Anak-anak dapat mengumpulkan kupon yang akan kami bagikan setiap selesai shalat,” ujarnya.
Pemberian hadiah ini dibiayai dari hasil kontribusi warga desa dan warga Turki yang tinggal di Eropa.

Reporter: Sarah Attar
Redaktur: Farid Zakaria
Sumber: Islampos 

, , , , , , , , , , , , ,

ORLANDO .Media cetak maupun online adalah salah satu sarana yang kini banyak dimanfaatkan oleh kaum Muslimin untuk berdakwah. Di Orlando, Florida, Amerika Serikat, organisasi Muslim lokal telah memulai kampanye media yang menekankan bahwa semua Nabi yang diutus Allah membawa pesan yang sama, yaitu Tauhid.

Ormas Islam Orlando memasang papan iklan yang menyatakan "Same family, Same message" (Keluarga yang sama, Pesan yang sama) dengan menyebut nama Nabi Ibrahim ('alaihissalam), Musa ('alaihissalam), Isa ('alaihissalam), dan Muhammad (shalallahu 'alaihi wa sallam), yang telah terpasang di seluruh daerah Orlando dan Pantai Daytona. Iklan ini disponsori oleh American Muslim Community Centers, Islamic Center Orlando dan United Muslim Foundation di Lake Mary.

Ide ini bertujuan untuk menyebarkan pesan bahwa pada dasarnya semua Nabi, terkhusus Nabi dan Rasul tersebut, diutus untuk menyampaikan pesan yang sama, yaitu memerintahkan manusia agar hanya menyembah Allah yang satu dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.
Iklan ini juga memiliki beberapa slogan yang berbeda, menurut situs yang mensponsori program ini whyislam.org yang berbasis di New York. Kampanye yang bertema "Why Islam" ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan meluruskan kesalahpahaman terhadap Islam di mata orang-orang Amerika.
Kampanye iklan dakwah ini juga merupakan balasan bagi orang-orang anti-Islam yang menyebarkan iklan berisi pesan-pesan anti-Islam.

 (siraaj/arrahmah.com)

, , , , , , , , , , , , , , ,

(Fatwa Syaikh Al Albany , Ibnu Baaz , Ibnu Utsaimin rahimahumullah serta Fatwa Lajnah Daimah KSA)
 
1.Syaih Al Albany rahimahullah
     1 -   Syaikh Al Albany rahimahullah ditanya tentang Jam’iyah AlHikmah AlYamaniyah (Organisasi AlHikmah dari Yaman),,beliaupun menjawab :
       “Setiap jam’iyyah/organisasi yang dibentuk diatas dasar islam yang benar yang mana hukum-hukumnya disimpulkan dari Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah serta berada diatas manhaj para salafushshalih,,setiap organisasi yang didirikan atas dasar ini maka tidak ada alasan untuk diingkari dan dituduh sebagai hizbiyah,karena hal tersebut termasuk dalam firman Allah ta’ala : “Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan takwa”….Saling tolong menolong merupakan perkara yang syar’i dan wasilahnya/sarananya kadang berbeda antara satu zaman dengan zaman lainnya dan antara satu tempat dengan tempat lainnya dan juga antara satu negara dengan negara lainnya,,oleh karena itu menebarkan tuduhan terhadap oraganisasi yang berdiri diatas dasar ini (AlQuran dan Sunnah) dengan label “Hizbiyyah” atau “Bid’iyyah”, maka ini adalah klaim yang  tidak boleh seorangpun berpendapat dengannya sebab hal ini menyelisihi apa yang telah ditetapkan oleh para ulama berupa pembedaan antara bid’ah yang disifati dengan kesesatan secara umum dan sunnah hasanah.Sunnah hasanah merupakan suatu metode yang dibuat dan diadakan sebagai wasilah/sarana yang bisa mengantarkan kaum muslimin pada suatu maksud/tujuan dan masyru’ secara nash.Jadi,organisasi-organisasi yang ada dizaman ini tidaklah berbeda dengan semua jenis sarana yang ada pada zaman ini yang bertujuan untuk mengantarkan kaum muslimin pada tujuan-tujuan syar’i,,Dan apa yang ada dalam majelis kita ini berupa penggunaan alat rekam dengan ragam jenisnya,adalah bagian dari masalah ini (sarana yang dibolehkan -pent)…Ia adalah wasilah yang dibuat baru,jika digunakan untuk mewujudkan tujuan yang syar’i,maka ia merupakan wasilah yang syar’i,dan jika digunakan untuk tujuan yang tidak syar’i,maka ia bukan wasilah yang syar’i..demikian pula sarana transportasi yang beragam hari ini berupa mobil,pesawat dan selainnya,semuanya merupakan wasilah,jika digunakan untuk tujuan syar’i maka ia adalah wasilah yang syar’I,jika tidak maka ia bukan wasilah syar’i. (Silsilah Al Huda wa An Nur ,kaset no.590 )
      2 – Beliau juga ditanya tentang hukum organisasi sosial yang memberikan bantuan terhadap fakir miskin serta melaksanakan amalan-amalan sosial,beliau lalu menjawab :
“Jika organisasi-organisasi sosial tersebut melaksanakan seperti apa yang telah engkau sebutkan,maka ini kembali kepada kita untuk menyatakan bahwa disetiap negeri islam problemnya adalah sama,,jika kalian memiliki organisasi-organisasi sosial dan kami juga mungkin saja memiliki lebih dari satu organisasi sosial,atau di Surya juga demikian dan seterusnya…maka jawaban ini adalah mencakup semua organisasi yang ada disemua negara,khususnya orang-orang yang hidup dinegeri-negeri kafir,seperti di Eropa,Amerika dan sebagainya…jika organisasi sosial ini berdiri diatas hukum syar’i,maka dibolehkan karena termasuk dalam keumuman firman Allah ta’ala “Tidakkah engkau melihat orang yang mendustakan agama ?” kemudian Dia menyebutkan diantaranya ”Dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin” Ayat ini selalu kita baca,kalau begitu memberi makan orang miskin adalah perkara yang masyru’. (Silsilah Al Huda wa An Nur ,kaset no.358 )

      3 -  Beliau juga berkata : “Jika mereka (pemilik organisasi) ingin menggunakan organisasi mereka bukan untuk dakwah misalnya hanya untuk mengumpulkan harta dan membantu orang-orang fakir dan miskin maka organisasi sosial ini juga adalah baik karena ia merupakan makna dari firman Allah ta’ala  Dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin”,
    Pemberian ini merupakan perkara yang baik,sangat dianjurkan dalam AlQuran ,ini adalah amalan sosial yang baik jika organisasi ini tidak memusuhi para da’I yang menyeru kembalinya umat ini kepada manhajnya salafushsholih baik dari segi aqidah,fiqh,akhlak dan sebagainya…(Al As-ilah Asy Syaamiyah 29-30)

2.Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah

        1-Ibnu Baaz rahimahullah berkata : “Dan jika Organisasi semakin banyak dalam suatu negeri islam yang semuanya dibentuk dengan tujuan kebaikan,pemberian bantuan,dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa antara sesama kaum muslimin tanpa adanya perselisihan hawa nafsu antara pemilik-pemiliknya,maka ia merupakan hal yang baik lagi berkah,dan manfaatnyapun sangatlah besar,,adapun jika suatu organisasi menyesatkan organisasi lainnya serta suka mengkritik kegiatan-kegiatannya (yang baik),maka bahaya yang akan muncul darinya sangatlah besar dan akibatnya sangat merugikan.” (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah 5/202-204)
     2-Beliau juga berkata : Pada zaman kita –walillahilhamdu- terdapat banyak jama’ah yang berdakwah kejalan yang haq seperti yang ada di Jazirah Arab, Kerajaan Arab Saudi,Yaman,Khalij (Teluk Arab),Mesir,Syam,Afrika,Eropa,Amerika,India,Pakistan,dan negara-negara lainnya diseluruh dunia,semuanya terdapat kelompok-kelompok ,organisasi-organisasi islam dan islamic-islamic centre yang berdakwah kepada yang haq dan memperingatkan manusia dari yang batil.Maka bagi seorang muslim yang mencari kebenaran dimanapun ia berada,hendaknya mencari jama’ah-jama’ah islam ini,jika ia menemukan sebuah kelompok,islamic centre atau organisasi yang menyeru kepada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya maka ia seharusnya mengikuti dan berkumpul dengan mereka,seperti Organisasi Anshar As Sunnah di Mesir, Organisasi Ahli Hadis di Pakistan dan India,dan selain mereka yang menyeru kepada Kitab Allah dan Sunnah RasulNya,serta mengikhlaskan tauhid/ibadah hanya kepada Allah saja,dan tidak berdoa kepada selainNya baik para ahli kubur ataupun selainnya.
3.Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin rahimahullah
       1-  Ibnu Al ‘Utsaimin rahimahullah ditanya : “Assalaamu’alaikum warahmatullah wabarakatuhu…amma ba’du…Sesungguhnya telah terjadi perselisihan antara para pemuda dinegeri kami seputar bolehnya mendirikan organisasi sosial yang membantu fakir miskin dan anak-anak yatim,dan mengajarkan para pemuda AlQuran dengan cara membuat tempat/ suasana yang cocok dengan mereka agar bisa menghafal AlQuran AlKarim dan Sunnah Nabi..Namun sebagian pemuda memandang bahwa hal ini adalah bid’ah yang tidak boleh karena tidak ada dizaman Nabi shallallahu’alaihi wasallam,dan juga tidak pernah ada pada zaman para sahabat radhiyallahu’anhum,,bahkam perselisihan dalam masalah ini sampai-sampai berujung pada sikap saling mencela,mencaci maki dan permusuhan antara orang yang memiliki kerendahan ilmu yang mengatakan bahwa organisasi ini menyelisihi ruh/hakikat islam,dan orang yang berusaha melarang adanya perselisihan,permusuhan,dan saling memanggil dengan julukan yang buruk.Kami sangat mengharap darimu wahai Syaikh yang mulia untuk memberikan nasehat kepada para pemuda tersebut disertai dengan fatwa syar’i,sebab nampak bagiku bahwa semua pemuda yang berselisih tersebut mencintai anda,dan sangat percaya dengan keilmuan anda…semoga Allah memberikan ganjaran kebaikan kepada anda serta senantiasa menjaga anda.”
      Beliau menjawab : “Bismillahirrahmanirrahim..wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuhu…Tidak apa-apa membentuk suatu panitia untuk menampung harta sedekah dan zakat dan selainnya yang berupa infak syar’i,karena hal tersebut merupakan sebuah wasilah/sarana untuk mengatur perkara-perkara ini baik ketika menampungnya ataupun ketika membagikannya (pada yang membutuhkan).Ini adalah tujuan/maksud yang syar’I,tidak mungkin bisa dicapai kecuali dengan adanya panitia-panitia ini,dan setiap wasilah/sarana yang dimaksudkan untuk tujuan syar’I maka ini dibolehkan selama tidak menganggap wasilah ini sebagai ibadah secara dzatnya. (Dari : Majmu Fatawa wa Rasaail Syaikh Ibnu Utsaimin )
     2 -Beliau juga ditanya : Dakwah dinegeri kami secara khusus diatur oleh sebuah tandzhim/organisasi,dengannya kami membagi-bagi (tugas) berdasarkan daerah,ini secara khusus dilakukan oleh Jam’iyyah / Organisasi Ihya Turots,yang mana kami terbagi-bagi dalam beberapa cabang,dan setiap cabang memiliki satu pimpinan,dan pemimpin ini selalu merujuk pada pimpinan yang lebih tinggi kedudukannya darinya seperti dalam hal pengaturan dakwah dari segi kajian-kajian dan sebagainya.Apakah pemimpin kami ini,wajib untuk ditaati ?
     Beliau menjawab : Jika tandzhim ini dibuat oleh pemerintah maka wajib untuk mentaati apa yang dikatakan olehnya karena ia adalah wakilnya pemerintah yang wajib untuk ditaati (perintahnya) kecuali kalau berkaitan dengan maksiat kepada Allah.Adapun kalau hal itu hanyalah tandzhim/organisasi dalam negeri yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah,maka apabila mereka meridhainya sebagai pemimpin mereka,maka taat kepadanya adalah suatu kewajiban,dan jika tidak meridhainya sebagai pemimpin,maka ia tidak wajib mentaatinya. (Dari Al Liqa Al Maftuh )

4.Fatwa Lajnah Daimah Kerajaan Arab Saudi
      Lajnah Daimah KSA ditanya : Bolehkah mengumpulkan harta untuk kepentingan kegiatan-kegiatan sosial,dan penjualan buku-buku islam di Masjid-masjid Prancis ?
    Lajnah Daimah dibawah pimpinan Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah dan beranggotkan Syaikh Abdullah bin Qu’ud,Abdullah bin Ghudyan,dan AbdurRazzaq ‘Afify rahimahumullah menjawab : “ Boleh untuk mengumpulkan harta sumbangan dimasjid-masjid untuk diserahkan kepada organisasi sosial karena hal tersebut termasuk dalam tolong menolong dalam kebaikan,Allah ta’ala telah berfirman : “Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan takwa” (Dari Fatawa Lajnah Daimah)


NB : Hendaknya yang membaca fatwa ini menyebarkannya kepada ikhwah dan akhwat yang lain,karena banyak diantara mereka yang belum mengetahui adanya fatwa ini.jazaakumullah khairan.

Sumber : http://darul-anshar.com

, , , , , , , , , ,