Tampilkan postingan dengan label Musisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musisi. Tampilkan semua postingan



mukmin.in - Para ABG seharusnya mulai berhenti mengidolakan artis seperti Justin Bieber atau sosok vampire ganteng ala Edward Cullen yang ada di film Twilight.

Karena masih banyak bule-bule Muslim yang ada di luar sana yang keislamannya mungkin jauh lebih baik dari kita yang tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim dan lebih layak dijadikan mantu atau dijadikan sosok ‘idola’ (tentunya Rasulullah yang tetap harus jadi idola utama).

Siapakah sosok bule Muslim tersebut? Salah satunya adalah Fatih Seferagic. Pemuda bule Amerika hafizh 30 Juz Al-Quran, bersuara indah dan ganteng pula. Pemuda muslim berkebangsaan Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang menetap di Texas, Amerika Serikat.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ketika menuai sukses pada awal 90-an band rock Jamrud hadir dengan formasi 4 personel. Mereka sempat berenam ketika Krisyanto hengkang. Kini Kris kembali, Jamrud pun berempat lagi.

Pada 2008 silam Kris (vokal) dan Herman (drum) hengkang dari band Jamrud. Setahun berselang Jamrud yang menyisakan Aziz MS (gitar) dan Ricky Teddy (bass) maju dengan 3 personel baru yaitu Donal (vokal), Iwan (vokal), Irwan (gitar) dan Danny (drum). Lalu Iwan Vox pun masuk sebagai vokalis pendamping Donal. Mereka sempat merilis dua album tapi tidak menuai sukses yang sama seperti dulu.

Oktober 2011, ketika kontrak Kris sebagai solois telah habis, isu Kris dan Jamrud rujuk pun berhembus. Kini Kris benar-benar resmi kembali bersama cinta lamanya. Mereka pun me-recycle album bersama Donal dengan judul 'Energi + dari Bumi dan Langit'.

"Kembalinya Krisyanto sebagai vokalis Jamrud ternyata membawa sebuah keberuntungan bagi Jamrud, artinya Jamrud dan Krisyanto tidak bisa dipisahkan, kalau mereka dipisahkan bisa sama-sama lemah," ujar bos label Logiss Records Log Zhelebour dalam rilis album di Score, Citos, Jakarta Selatan, Jumat (16/3/2012) tengah malam.

Namun, ada pula laporan bahwa Krisyanto kini sedang “hijrah” seperti dilakukan rocker era 1980-an, Hari Moekti. Dalam konferensi khilafah internasional 12 Agustus 2007 yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Krisyanto tampak hadir dalam acara tersebut bersama Hari.
Beberapa waktu lalu beberapa infotainment juga mengendus kabar yang sama. Meski tak menyebut HTI, namun disebutkan Krisyanto “lengket” dengan pengajian Hari Moekti. Mengikuti jejak seniornya itu, Kris juga mulai tampil di panggung acara keislaman yang digelar mahasiswa Unpad dan Muslimuda


Dari dulu sebenarnya saya udah belajar Islam cuma belum spesifik dan sekadar tahu shalat saja. Nggak tau apa sebenarnya shalat, wudhu itugimana. Rukun- rukun dan baca surat asal bunyi saja. Alhamdulillah sekarang tidak asal bunyi lagi. Insya Allah sekarang udah bisa melafalkandengan baik.''




Dia mengaku awal untuk mendalami ajaran Islam sekira 2006 lalu, pada saat perjalanan tur Jamrud di Bali dengan menggunakan pesawat udara. Keinginan belajar banyak tentang keislaman, diawali dengan kesadaran akan persitiwa kematian yang bisa kapan menjemput dan menghampiri manusia.

"Saya tertarik pada Islam itu karena mengingat-ingat usia dan kematian. Kita hidup ini alamatnya ke mana, pasti meninggal. Dan sering mengingat kematian itu ketika melakukan perjalanan tur dengan pesawat terbang," ujar Krisyanto.

"Kondisi seperti itu saya langsung ingat kematian, dan dari situ pula keimanan muncul dalam hati," katanya.

Pengalaman perjalanan udara yang mengisnpirasi Kris untuk belajar Islam itu kerap dialami Kris. Terakhir kali terjadi pada tahun 2006 lalu. Pengalama itu pulalah yang membuat Kris semakin yakin atas kepastian tibanya kematian dan kembali pada nilai-nilai spiritual.

Menurut dia, kendati kematian merupakan peristiwa alamiah, namun tetap mengandung misteri yang hakikatnya belum terpecahkan oleh akal dan pengetahuan manusia. Akibatnya, sambung Krisyanto, tidak sedikit manusia yang berpandangan salah terhadap realitas ini, kemudian memunculkan sikap yang salah pula. Sementara kematian merupakan sebuah kepastian yang akan datang.

"Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan maksiat atau su'ul khotimah, na'udzu min dzalik," imbuhnya.

Pengakuan itulah yang meluncur dari bibir Krisyanto (42), mantan vokalis Jamrud, saat ditanya tentang ketertarikannya mendalami Islam. Ia menyadari bahwa manusia tidak akan selamanya hidup sehat. Pada titik tertentu semua manusia akan menemui ajalnya. Hal inilah yang menggerakkan hatinya untuk
belajar Islam.

Dari rasa takut itu, sedikit demi sedikit ia mulai menjalani kehidupan yang diyakininya membawanya lebih baik. Dosa-dosa lampau yang kerap mengganggunya membuat pria yang akrab disapa Yanto ini lebih termotivasi untuk perbaiki diri. ''Bawa amal apa kita bila mati, amal baik saja belum
tentu diterima,'' tutur pria empat anak ini.

Rasa takut juga yang mendorongnya untuk mendalami Islam lebih serius lewat pengajian dan talkshow. Yanto sering terdengar mengisi acara talkshow tentang keislaman di berbagai wilayah di Indonesia. Ia bersama rekan eks groupnya Jamrud, Riki Tedi, terus disibukkan dengan kegiatan tersebut.

Ia menolak mengatakan kegiatan itu sebagai dakwah. ''Hanya berbagi cerita dan pengalaman spiritual dengan masyarakat dan mahasiswa, kita ditemani orang yang paham,'' ungkap dia. Ia dan Riki Tedi memang tak sendiri menyambangi masyarakat. Mereka didampingi Ustad Ali Muslim, yang mengatur
semua jadwal talkshow dan membantu mereka menerangkan isu-isu keislaman.

Namun kegiatan keagamaannya itu terganggu karena kesibukannya mempersiapkan album solo bertema sosial yang  diluncurkan Juni 2008 lalu. Yanto mengaku . ''Beberapa kali tidak ikut talkshow, tapi mereka (Ustad Ali dan Riki Tedi) jalan terus. Mereka maklum, tapi bila punya waktu luang saya akan menyempatkan diri,'' ujar dia.

Meski Sudah beberapa waktu tidak mengikuti kegiatan keagamaan, membaca Alquran sebisa mungkin tidak ia tinggalkan. Setelah shalat, dia selalu menyempatkan diri untuk melafalkan ayat-ayat suci Alquran. Ia mengaku tidak ingin cepat-cepat khatam Alquran. Dia khawatir bila terlalu cepat
mengkhatam Aquran bakal membuatnya cepat puas dan berhenti membaca Alquran. Ia memahami, bahwa setiap Muslim harus terus memelihara kebiasaan membaca dan mendalami Alquran hingga akhir hayatnya.

Semangatnya belajar dan memahami Alquran ini pun ia tularkan pada keempat anaknya. ''Anak-anak anak harus ditularkan semangat belajar agama dan Alquran. Mereka tanggung jawab saya,'' tutur Yanto. Ia pun sedikit demi sedikit berusaha untuk berdakwah di rumah sendiri. Kepada putrinya, dari
kecil sudah ia ajarkan untuk mengenal jilbab. Istrinya pun sudah berusaha untuk memahami urgensi menutup aurat dengan berjilbab.

Keluarga pun turut memberikan dorongan padanya untuk mendalami agama. Menurut dia, keluarganya sangat bersyukur karena dirinya mau belajar agama. Mereka, kata Yanto, juga merasa tenteram karena berhasil meninggalkan dunia gemerlap di klab-klab malam.

Ia membenarkan pandangan orang tentang kehidupan artis dijalaninya selama ini identik dengan hura-hura dan glamor. Tetapi dengan jalan hidup yang dipilihnya saat ini, Yanto menjadi lebih sering tinggal di rumah dan menjaga keluarganya.

Sejauh ini ia juga sangat mensyukuri kehidupannya. Segala rezeki yang diterimanya, dia sambut dengan rasa syukur. Yanto pun sangat memahami bahwa yang namanya rezeki itu tidak selalu berupa materi, tetapi juga bisa berupa kesehatan, anak saleh, dan anugerah-anugerah lain yang ia terima
dalam hidupnya.

Sekarang Yanto mengaku terpaksa tetap berada di dunia musik karena tidak banyak pekerjaan lain yang bisa dipilihnya untuk menghidupi anak dan istri. Sukses, buat dia adalah gabungan antara usaha dan ketentuan Allah SWT. Sebagai manusia, dia hanya berusaha semaksimal mungkin untuk bisa
meraih kesuksesan. Selanjutnya, dia pasrah pada Allah SWT.

Meski telah banyak berubah, Yanto menganggap dirinya belum betul-betul istiqamah dalam menjalani agama dan masih ada sedikit sifat mencintai dunia. Kini, dia sibuk menyiapkan album religi untuk bisa diluncurkan Ramadhan tahun ini.



Setelah sempat hengkang dari Jamrud, kesibukan ayah empat putra ini adalah mendalami agama Islam. Karena menurut dia, dalam segala gerak langkah kita pada dasarnya tidak lepas dari kekuasaan Tuhan.

, , , ,

Underground Tauhid - Bagi mereka yang akrab dengan dunia musik bawah tanah pasti tak asing dengan gaya rias yang satu ini. Ya, corpse paint, sebuah gaya tata rias menyeramkan yang meniru pucatnya mimik mayat. Jika pembaca pernah melihat wajah drakula, pocongan, atau kuntulanak di film-film horor, maka seperti itulah gaya tata rias yang paling mendekati dengan tata rias corpse paint.

Corpse paint secara arti bahasa berarti lukisan mayat. Namun secara istilah, hanya tata rias kelompok musik underground black metal sajalah yang bisa dikatakan sebagai corpse paint. Meskipun suatu band metal beraliran selain black metal memakai gaya rias mayat atau hantu, namun jika aliran musiknya bukan black metal, maka riasannya tetap bukan dinamakan sebagai corpse paint.

Black metal sendiri, (entah gaya bermusik dan teatrikalnya adalah asli ataupun gimmick/tiruan) merupakan aliran musik super ekstrim yang sering diidentifikasi sebagai aliran musik penyembah setan. Salah satu identitas mereka jelas adalah corpse paint. Sebenarnya aliran black metal tidak melulu anti-christ atau satanis. Konon black metal merupakan refleksi kebudayaan paganis tradisional skandinavia yang coba dibangkitkan oleh anak-anak muda di akhir dekade 1980-an. Mereka menolak unsur-unsur semitik seperti monotheisme dan agama kristen.

Asal Mula Corpse Paint

Masih simpang siur tentang musisi mana yang pertama kali menggunakan corpse paint sebelum era black metal di akhir 1980-an dimulai. Pada awal-awal berkembangnya musik rock dari zaman hippies dan glam rock di awal 1970-an, sudah ada musisi-musisi yang menggunakan dandanan serupa corpse paint dalam aksi panggung mereka yang glamor dan teatrikal. Mereka adalah Arthur Brown, Alice Cooper dan grup musik KISS.
personil KISS, Gene Simmons seorang WN Israel

Pada awal 1980-an, dimana musik metal mulai bangkit dan mengembangkan ciri khasnya sendiri yang semakin agresif, King Diamond (vokalis band Mercyful Fate) bisa dibilang sebagai musisi pertama yang menggunakan dandanan corpse paint dalam aksi panggungnya. Meskipun pada zaman King Diamond, band black metal yang sejati belum ada. Hingga akhirnya dandanan ini benar-benar identik dan populer dengan genre musik black metal yang pada transisi dekade 80-an ke 90-an oleh band Mayhem yang sangat kontroversial.
Corpse Paint, Seram Luar Dalam
Perjalanan make up yang satu ini sebagai ikon fashion black metal sangat diwarnai kontroversi. Lihat saja penampilan King Diamond yang gemar membawa salib terbalik (sebagai simbol penghinaan terhadap monotheisme) dalam show-shownya. Serta lirik-lirik satanis dan paganis yang selalu mengiringi dandanan ini dalam setiap konser musik.
King Diamond
Belum juga sebuah cerita mengerikan yang digoreskan oleh Mayhem, salah satu band black metal yang mempopulerkan corpse paint. Pada 1991 vokalis grup tersebut (Per Yngve Ohlin aka Dead yang memang menderita kelainan mental) bunuh diri dengan kondisi kematian batok kepalanya hancur dengan bersimbah darah karena tembakan shotgun. Gilanya, tahun 1995 Mayhem merilis album mereka dengan cover foto yang memperlihatkan kondisi tersebut.
Yang tak kalah seru adalah kasus perseteruan internal dua personil Mayhem yang mengakibatkan Varg Vikernes (aka Count Grisnackh) akhirnya mendekam di penjara karena membunuh rekannya Oysten Aarseth (aka Euronymous). Varg Vikernes hingga kini dikenal dengan atribut Neopaganismenya.
Gimmick Atau Tidak, Sama Jeleknya
Akhirnya dengan status kawanan black metal yang tercitrakan out of the box, seperti halnya punk, emo dan lain-lainnya, membuat anak-anak muda yang labil meniru tindak-tanduk kawanan ini. Mereka berpikir aksi teatrikal ini keren. Mereka tidak paham bahwa penganut-penganut black metal di mata masyarakat memiliki penyimpangan-penyimpangan sedahsyat seperti yang terjadi pada tragedi Mayhem.
Mayhem

Adapula yang beralasan mengambil gaya black metal ini hanya gimmick atau tiruan saja. Di negara-negara yang berpenduduk Islam seperti Indonesia tentunya mudah bagi mereka untuk mengambil sikap anti-christ. Namun mereka tidak sadar bahwa muatan paganis yang ada di dalam corpse paint dan sejenisnya bisa membawa pada atribut-atribut kesyirikan yang jauh lebih parah daripada agama ahli kitab.
Rasulullah telah melarang untuk menyerupai mereka (kaum musyrikin dan kafir) dan memerintahkan kita untuk menjauhi atribut tersebut.

Apalagi atribut black metal ini di mata sosial sangat menyimpang. Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

Sedangkan jika bukan gimmick alias berbuat kesyirikan, maka sangat jelas hukumnya. Keislaman yang ada menjadi batal. Sikap seorang muslim harus menjauhi bentuk-bentuk kesyirikan. Salah satu konsekuensi Syahadat Laa Ilaaha Illallah adalah an-Nafyu, yaitu menafikan segala bentuk sesembahan yang ada. Laa ilaaha illallaah menuntut kita untuk berlepas diri, menjauhi, dan meninggalkan empat hal : Alihah (sembahan-sembahan), Arbab (tuhan-tuhan pengatur), Andad (tandingan-tandingan), dan Thaghut.
Jadi mau gimmick atau tidak, tetap saja muatan-muatan kekafiran tetap saja dilarang dalam agama. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan didalam “ash Shiroth al Mustaqim” bahwa Imam Ahmad dan yang lainnya telah berargumentasi dengan hadits ini (seperti dikutip dari eramuslim). Hadits ini paling tidak menunjukkan pengharaman tasyabbuh (meniru-niru) mereka sebagaiamana didalam firman-Nya : “Dan barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali/pemimpin maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al Maidah : 51).
Oleh : Kaab As Sidani Redaktur Shoutussalam.com
Red : Catalist Fist

, , ,