Kurma Rabbee Iran – Alfa Mart
Bulan
Ramadhan ini jangan berbuka puasa dengan kurma-kurma produksi ‘israel’.
Ramadhan adalah bulan di mana kita mengingat saudara kita yang kurang
beruntung. Dan akan menjadi sebuah penghinaan jika di bulan ini kita
malah mendukung penjajahan.
Setiap tahun, ‘israel’ mengeksor
kurmanya ke seluruh dunia. Banyak orang yang tidak tahu, membeli
kurma-kurma itu dan menyajikannya sebagai hidangan berbuka puasa. Perlu
diketahui, kurma-kurma ini tumbuh di permukiman ilegal Yahudi di Tepi
Barat dan Lembah Yordan, di atas lahan curian dari Palestina. Dengan
membeli kurma-kurma ini, kita membantu ‘israel’ untuk melanjutkan
penjajahannya terhadap rakyat Palestina. Dengan pertimbangan ini, Friends of Al Aqsa (FOA) kembali meluncurkan kampanye ‘Check the Label’.
Tampilkan postingan dengan label Israel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Israel. Tampilkan semua postingan
Situs Pos Hacker dan situs-situs lainnya menyebutkan para ‘Anonymous’ yang merupakan sekumpulan hacker dilaporkan
akan meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap sasaran mereka Israel,
7 April. Penyelenggara serangan mengancam untuk “menghapus Israel dari
Internet”.
Serangan terpadu ini mereka namai #opisrael, operasi yang diluncurkan selama Operion Pillar of Deffense ada.
Serangan terpadu ini mereka namai #opisrael, operasi yang diluncurkan selama Operion Pillar of Deffense ada.
Sejumlah akun jejaring sosial milik Wakil Perdana Menteri Israel, Silvan
Shalom, dibajak hacker dan dijejali dengan pesan-pesan bernada pro
Palestina. Hacker bernama ZCompanyHackingCrew mengklaim mereka-lah yang
melakukan aksi pembobolan tersebut.
Selain membajak akun Facebook, Twitter, LinkedIn dan YouTube, kelompok hacker ini juga mengklaim telah meng-hack email Shalom dan mengekstrak sejumlah email pribadi, data kontak, dan dokumen. Data-data tersebut rencananya akan dirilis dalam waktu dekat.
Akun,
Hacker,
Israel,
Menteri,
Palestina
Selain membajak akun Facebook, Twitter, LinkedIn dan YouTube, kelompok hacker ini juga mengklaim telah meng-hack email Shalom dan mengekstrak sejumlah email pribadi, data kontak, dan dokumen. Data-data tersebut rencananya akan dirilis dalam waktu dekat.
Yahudi memanfaatkan nama “Israel” saat mereka membangun kekuatannya di era modern ini. Dengan nama itu, mereka mengklaim terikat dengan dengan Nabi Allah Israil alaihissalam, mengikuti agamanya, pewarisnya, keturunannya. Dan seakan Allah meridlai mereka.
Tatkala Yahudi menduduki Palestina dan mendirikan negara mereka di sana, mereka menamakannya dengan “negara Israel”. Lembaga dan instansi yang ada juga atas nama Israel; Bank Israel, bendera Israel, tanah Israel, suara Israel, tentara pertahanan Israel, kementerian luar negeri Israel dan seterusnya.
Agar diterima oleh masyarakat dunia, Yahudi memberikan imbuhan dan kesan dimensi agama dalam entitas dan eksistensi mereka di tanah Palestina. Ini mereka lakukan agar masyarakat internasional simpati agamis dan kalangan yahudi dunia sudi eksodus ke negara Yahudi, mengerahkan seluruh energi dan potensi yang mereka milik untuk negara penjajah ini.
Selain itu, dengan menamakan diri sebagai “negara Israel” cara seperti ini, Yahudi ingin mempengaruhi kalangan Kristen dunia dan mendapatkan dukungan. Sebab kalangan ini juga mengklaim beriman kepada Injil (Bibel) dan Taurat juga. Taurat adalah Perjanjian Lama dan Bibel adalah Perjanjian Baru. Keduanya diyakini kalangan Kristen sebagai kitab suci.
Yahudi ingin memberikan entitas mereka di Palestina untuk kalangan Kristen sebagai wujud nubuwat dalam perjanjian lama di dalam kita suci. Mereka ingin menunjukkan seakan ini sebagai perwujudan janji Allah kepada Ibrahim dan Israil (Yakqub). Mereka ingin memberikan pemahaman kepada Kristen bahwa dukungan kepada ensitas Yahudi di Palestina adalah konsekwensi keimanan Kristen kepada Injil (Bibel). Karenanya, sebagian negara Kristen di barat terpengaruh kepada klaim Yahudi ini.
Israil adalah Nama Nabi
Israil adalah Nabi Allah yang mulia dan dicintai-Nya. Ia adalah Yakqub bin Ishak bin Ibrahim alaihimussalam. Allah berfirman,
“Mereka itu adalah orang-orang yang Telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Telah kami beri petunjuk dan Telah kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Maryam: 58)
Sementara Bani Israil adalah anak dan keturunan Nabi Yakqub 12 orang, Yusuf dan saudara-saudaranya. Dari 12 orang inilah berkembang biak dan menjadi Bani Israil saat mereka tinggal di Mesir bersama Yusuf. Ketika datang Musa, mereka keluar bersamanya ke Gurun Sinai. Saat mereka kehausan Musa memukulkan tongkatnya ke batu dan mengeluarkan mata air sebagi mukjizat.
Nama Bani Israil digunakan sampai diutusnya Nabi Muhammad. Ayat Al-Quran jelas menginformasikan tentang mereka, sejarah, perbuatan, taklif Allah kepada mereka, kesalahan dan penyimpangan mereka.
Yahudi atau Israel?
Al-Quran menyebut Yahudi kepada Bani Israil setelah diutusnya Nabi Muhammad dan setelah mereka kufur dan mengingkari kenabian beliau. Nama Yahudi adalah bukan bahasa Arab namun digunakan untuk mengistilahkan bangsa kafir yang dimurkai Allah. Nama Yahudi hanya disebutkan dalam ayat-ayat madani (yang turun setelah hijrah ke Madinah) di delapan kali di surat; Al-Baqarah, Al-Maidah, dan di At-Taubah semuanya dengan konteks celaan atas mereka dan bukan pujian.
Beralihnya peristilahan Al-Quran dari Bani Israil kepada Yahudi ini memberikan kesimpulan bahwa umat Islam wajib mengikuti methode Al-Quran dalam membedakan antara Yahudi dan Bani Israel.
Ketika Al-Quran mengganti istilah Bani Israel menjadi Yahudi ini ingin menghilangkan mereka dari warisan hakiki Ibrahim dan Israil. Meski mereka mungkin masih ada keturunan Nabi Israil, namun mereka bukan pewarisnya karena mereka tidak mengikuti agama beliau.
Karena itu untuk menunjuk kepada negara penjajah di Palestina saat ini yang benar adalah menyebutkan “negara penjajah zionis yahudi” dan bukan Israel. Zionis menunjuk kepada organisasi internasional jahat yang merancang berdirinya negara penjajah tersebut di Palestina. Sebab jika menggunakan Israel dikhawatirkan akan memberikan imbuhan laknat, celaan, cercaan kepada seorang Nabi Allah yakni Yakqub. Jika pun terpaksa menggunakannya karena tuntutan konteks jurnalistik maka menyebut itu dengan tanda petik ‘Israel’.(Pic)
Sumber: Islam Pos
Oleh: Tirmidzi Basyir




