Tampilkan postingan dengan label Republika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Republika. Tampilkan semua postingan

mukmin.in -  Universitas Harvard menukil salah satu ayat Alquran sebagai bentuk penghormatan. Universitas tertua di Amerika Serikat itu mengukirkan petikan ayat Quran di gerbang masuk Fakultas Hukum

''Fakultas Hukum Harvard menyebut ayat suci sebagai salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan sepanjang sejarah,'' tulis surat kabar Arab Saudi 'Ajel' seperti dikutip Emirates247.

Ayat Alquran itu diukir di tembok yang menghadap pintu masuk utama Fakultas Hukum Harvard. Seperti ditulis Ajel, Harvard mengabadikan ayat tersebut sebagai kata-kata terbaik tentang keadilan.
Adalah mahasiswa Arab Saudi yang sedang menimba ilmu di Universitas Harvard, Abdullah Jumma, yang menyadari bahwa tulisan yang terpampang di gerbang masuk Fakultas Hukum itu merupakan petikan ayat Alquran.
Jumma langsung menyebarkan foto tulisan ayat alquran tersebut lewat jejaring sosial Twitter. ''Saya yakin ayat alquran telah ditulis oleh Fakultas Hukum yang menggambarkan salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan dalam sejarah,'' kata Jumma.
Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Harvard merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat.



Redaktur: Didi Purwadi
REPUBLIKA.CO.ID



Isi surat Annisa ayat 135 (kiri) bersanding dengan kutipan pemikiran sejumlah filusuf di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard. (www.republika.co.id)

Terjemahan surat Annisa ayat 135 yang dituliskan di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard, Amerika Serikat, yang difoto oleh Abdullah Jumma. (www.emirates247.com)





, , , , , , , , , ,

REPUBLIKA.CO.ID, TALLAHASSE -- Florida dikenal sebagai satu titik kampanye negatif tentang Islam dan Muslim. Untuk itu, komunitas Muslim Florida berinisiatif untuk terus mempromosikan ajaran Islam. Bentuk implementasi pemikiran itu dimulai awal tahun ini melalui sebuah kampanye yang diberi nama “Why Islam”.

Kampanye itu merupakan hasil kolaborasi antara Lingkar Islam Amerika Utara (ICNA), Yayasan Persatuan Muslim Amerika (UMF)dan Islamic Center Orlando (ICO). Nantinya, fokus dari kampanye ini adalah menyajikan gambaran yang akurat tentang Islam dan menciptakan peluang baru untuk dialog bersama masyarakat Amerika.

“Kami melihat itu sebagai bentuk tanggung jawab Muslim Amerika untuk memperkenalkan Islam dan mengklarifikasi kesalahpahaman tentang Muslim Amerika,” papar dia seperti dikutip dalam laman resmi ICNA, Rabu (2/1).

Guna memperkuat kampanye itu, akan dipasang 29 billboard, pembuatan linkvideo pada laman resmi ICNA dan siaran radio via jaringan AM. Selain itu,juga disediakan layanan call center 1 (877) Why Islam (949-47526).  Bagi ICNA, kampanye ini bukanlah yang pertama kalinya.

Tahun lalu misalnya, ICNA memberikan mushaf Alquran dan pamflet tentang Islam dan Muslim di depan perpustakaan umum. Pamflet itu meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk hubungan antara umat Islam dengan Kristen dan Yahudi, status perempuan, akhirat, ibadah dan pandangan Islam tentang terorisme.
Ketua UMF, Masuma Virji mengatakan pihaknya sangat tertarik menjadi bagian dari protek ini guna mendorong setiap orang untuk menelpon dan belajar lebih banyak tentang Islam. “Kami senang untuk memberikan kontribusi terhadap usaha mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat Amerika,” kata dia.

Sebelum ICNA, lebih dulu Dewan Hubungan Amerika Islam meluncurkan kampanye “MyJihad”. Kampanye ini bertujuan untuk berbagi makna yang tepat dari jihad. Serupa dengan “WhyIslam”, “MyJIhad” juga memanfaatkan ruang komersial dan medium komunikasi guna memperluas jangkauan.

Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Reporter: Agung Sasongko

, , , , , , , , , , , , , , ,

MukminIn BLOG. Kembali media melukai kaum muslimin, dengaan menuliskan berita bahwa pihak kepolisian   menggandeng aparat  TNI dan  sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) seperti  FKPPI, KNPI, Forum Pembela Islam (FPI) Makassar, serta Pemuda Pancasila. sebgaimana dimuat di beberapa media. Dan juga  Hari Raya Natal di Aceh yang berlangsung aman.Namun Menurut BBC yang mengutip pendeta Nico, perayaan Natal ini berbeda dengan tahun lalu. "Tahun ini sifatnya lebih mencekam begitu takut juga sih, tiba-tiba nanti ada orang atau apa gitu,


FPI Makassar bantah telah menurunkan laskar ikut mengamankan Natal


(Arrahmah.com) MAKASSAR  - Ketua DPW FPI Sulawesi Selatan, Ustadz Agus Salim membantah telah menurunkan 200 laskar untuk mengamankan gereja dan Natal. Menurutnya, berita tersebut bohong dan media telah memanipulasi perkataannya yang hanya mengatakan dukungan terhadap keadaan yang aman di kota Makassar.

Hal itu diungkapkannya melalui sambungan telepon kepada arrahmah.com, selasa (25/12) merespon pemberitaan media yang masif tentang keterlibatan FPI dalam pengamanan gereja dan kegiatan Natal di Makssar, Sulawesi Selatan.

"Berita itu fitnah, saya dan kawan-kawan Makassar sangat kaget ketika melihat berita di TV" Ujarnya.
Ia menceritakan sedikit kronologis, menurutnya FPI memang turut diundang dalam rapat oleh Kapolres bersama ormas lain seperti Pemuda Pancasila, FKPPI, KBPPP, dan lainnya membicarakan keamanan kota Makassar menjelang Natal dan tahun baru. FPI diminta untuk ikut terlibat dalam pengamanan Natal secara langsung dengan mengerahkan anggota laskarnya, namun ia menolak  ditengah forum tersebut karena bertentangan dengan prinsip FPI.

"Justru kami katakan, FPI tidak bisa seperti itu ( mengamankan Natal) bertentangan dengan pandangan kami. Kami hanya mengatakan  mendukung ketertiban dan keamanan saja. Jadi, tidak ada laskar yang turun mengamankan gereja." Jelas Ustadz Agus Salim.

Lanjutnya, ia juga sempat diwawancara oleh media massa. Kepada media tersebut ia menerangkan kembali prinsip yang dia utarakan pada saat rapat dengan Kepolisian bahwa FPI tidak terlibat menurunkan laskar untuk mengamankan Natal.

"Ini jelas diplintir, saya sudah terangkan seperti tadi di dalam rapat. FPI memang setuju dengan situasi yang aman di Makassar dan tidak akan mengganggu umat lain beribadah selama mereka tidak memusuhi Umat Islam, saya suruh mereka baca al mumtahanah:8. Loh, kok tiba-tiba beritanya berbeda dan diblow up habis-habisan," tandasnya mengakhiri penjelasan.

Seperti diberitakan, beberapa media massa umum memnurunkan berita bahwa FPI Makassar telah menerjunkan 200 laskar untuk mengamankan kegiatan Natal. (bilal/arrahmah.com)

Berita Soal Natal 'Diplintir', Wartawan Aceh Protes

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Perayaan Hari Raya Natal di Aceh sudah jelas berlangsung aman. Semua agenda Natal berjalan tanpa gangguan yang membuktikan tingginya tingkat toleransi umat Islam di Aceh.

Namun anehnya, sebuah berita di BBC Indonesia menulis hal yang berbeda dengan kondisi di lapangan.

Seperti diketahui, BBC Indonesia tanggal 24 Desember 2012 memuat sebuah laporan bahwa: "Sebagian umat Kristen di Aceh tak bisa gelar misa di gereja".

Dalam beritanya, BBC Indonesia menyatakan para jemaat dari sembilan gereja di Kota Banda Aceh tersebut menggelar misa di lokasi terpisah secara tertutup.

Menurut BBC yang mengutip pendeta Nico, perayaan Natal ini berbeda dengan tahun lalu. "Tahun ini sifatnya lebih mencekam begitu takut juga sih, tiba-tiba nanti ada orang atau apa gitu," tambah Nico kepada BBC.

Terkait dengan berita ini, Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) mengecam berita tersebut. Berita ini sangat menyudutkan dan penuh dengan fitnah. "Kami mengecam berita yang menyudutkan ini," kata Juru Bicara KWPSI, Azhari, yang juga wartawan Antara.

Hal ini disampaikan Azhari saat pembukaan acara "Refleksi dan Do'a Bersama Mengenang Para Suhada Tsunami" yang diselenggarakan KWPSI di Rumoh Aceh Kupi, Lamnyong, Banda Aceh, Rabu (26/12).

Sekjend Gema Aneuk Muda Nanggroe Aceh (GAMNA), Tgk Muhammad Nasir, yang hadir dalam acara tersebut juga sangat menyayangkan berita tersebut. "Kami mempersoalkan berita ini. Ternyata mereka tidak bisa menghargai toleransi masyarakat Aceh terhadap minoritas,” ujarnya.

Kecaman serupa juga datang dari aktivis santri dan penulis Muda Aceh, Teuku Zulkhairi, ia mendesak agar tokoh Islam, pemerintah Aceh dan Kementerian Agama harus bersikap terkait berita ini. "Ini fitnah untuk masyarakat Aceh,” ujarnya.

Teuku Zulkhairi menambahkan, berita itu seperti pemaksaan opini agar Aceh dipandang negatif oleh dunia luar. “Maka, kami mendesak pemerintah agar bersikap, jangan sampai Aceh terus diopinikan buruk oleh para jurnalis yang tidak bertanggung jawab yang menulis berita untuk suatu kepentingan,” tegasnya.

Sementara itu, pendeta HKBP Amrin Sihotang S.Th, mengatakan persiapan Natal 2012 berjalan lancar. Saat itu tidak ada gangguan apa pun melakukan persiapan dalam menyambut hari besar umat Kristiani.

“Semua berjalan lancar tanpa ada isu-isu miring menerpa jemaat. Sampai saat ini tidak ada hambatan apa pun dalam melakukan persiapan," ujarnya, Senin (24/12), sebagaimana dikutip oleh The Globe Journal.

Tata Laksana Natal Gereja Katolik Hati Kudus, R Nainggolan, juga mengakui kemajemukan umat beragama di Aceh dan perayaan Natal berjalan lancar. “Aceh menjadi contoh untuk kerukunan umat beragama," ujarnya. “Meskipun Aceh menerapkan syariat Islam, tapi masyarakat di sini masih menghargai perbedaan antar agama.”

, , , , , ,