Tampilkan postingan dengan label ISLAMPOS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMPOS. Tampilkan semua postingan



mukmin.in - Para ABG seharusnya mulai berhenti mengidolakan artis seperti Justin Bieber atau sosok vampire ganteng ala Edward Cullen yang ada di film Twilight.

Karena masih banyak bule-bule Muslim yang ada di luar sana yang keislamannya mungkin jauh lebih baik dari kita yang tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim dan lebih layak dijadikan mantu atau dijadikan sosok ‘idola’ (tentunya Rasulullah yang tetap harus jadi idola utama).

Siapakah sosok bule Muslim tersebut? Salah satunya adalah Fatih Seferagic. Pemuda bule Amerika hafizh 30 Juz Al-Quran, bersuara indah dan ganteng pula. Pemuda muslim berkebangsaan Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang menetap di Texas, Amerika Serikat.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


Nama Israel sudah populer di semua kalangan. Hampir seluruh media massa di dunia menyebut sebuah negara penjajah yang menguasai Palestina saat ini sebagai “negara Israel”. Padahal jika dijelusuri secara historis, istilah Israel dalam hal ini tidak tepat. Ini adalah bagian dari “perang terminologi”. Tanpa sadar, hampir keseluruhan umat Islam dengan mudah mengucapkan kata “Israel” bahkan diikuti dengan kata atau doa yang buruk serta laknat terhadap mereka. Padahal, nama Israel adalah nama Nabi Ya’qub alaihisalam.
Yahudi memanfaatkan nama “Israel” saat mereka membangun kekuatannya di era modern ini. Dengan nama itu, mereka mengklaim terikat dengan dengan Nabi Allah Israil alaihissalam, mengikuti agamanya, pewarisnya, keturunannya. Dan seakan Allah meridlai mereka.

Tatkala Yahudi menduduki Palestina dan mendirikan negara mereka di sana, mereka menamakannya dengan “negara Israel”. Lembaga dan instansi yang ada juga atas nama Israel; Bank Israel, bendera Israel, tanah Israel, suara Israel, tentara pertahanan Israel, kementerian luar negeri Israel dan seterusnya.
Agar diterima oleh masyarakat dunia, Yahudi memberikan imbuhan dan kesan dimensi agama dalam entitas dan eksistensi mereka di tanah Palestina. Ini mereka lakukan agar masyarakat internasional simpati agamis dan kalangan yahudi dunia sudi eksodus ke negara Yahudi, mengerahkan seluruh energi dan potensi yang mereka milik untuk negara penjajah ini.

Selain itu, dengan menamakan diri sebagai “negara Israel” cara seperti ini, Yahudi ingin mempengaruhi kalangan Kristen dunia dan mendapatkan dukungan. Sebab kalangan ini juga mengklaim beriman kepada Injil (Bibel) dan Taurat juga. Taurat adalah Perjanjian Lama dan Bibel adalah Perjanjian Baru. Keduanya diyakini kalangan Kristen sebagai kitab suci.
Yahudi ingin memberikan entitas mereka di Palestina untuk kalangan Kristen sebagai wujud nubuwat dalam perjanjian lama di dalam kita suci. Mereka ingin menunjukkan seakan ini sebagai perwujudan janji Allah kepada Ibrahim dan Israil (Yakqub). Mereka ingin memberikan pemahaman kepada Kristen bahwa dukungan kepada ensitas Yahudi di Palestina adalah konsekwensi keimanan Kristen kepada Injil (Bibel). Karenanya, sebagian negara Kristen di barat terpengaruh kepada klaim Yahudi ini.

Israil adalah Nama Nabi
Israil adalah Nabi Allah yang mulia dan dicintai-Nya. Ia adalah Yakqub bin Ishak bin Ibrahim alaihimussalam. Allah berfirman,
“Mereka itu adalah orang-orang yang Telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Telah kami beri petunjuk dan Telah kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Maryam: 58)
Sementara Bani Israil adalah anak dan keturunan Nabi Yakqub 12 orang, Yusuf dan saudara-saudaranya. Dari 12 orang inilah berkembang biak dan menjadi Bani Israil saat mereka tinggal di Mesir bersama Yusuf. Ketika datang Musa, mereka keluar bersamanya ke Gurun Sinai. Saat mereka kehausan Musa memukulkan tongkatnya ke batu dan mengeluarkan mata air sebagi mukjizat.
Nama Bani Israil digunakan sampai diutusnya Nabi Muhammad. Ayat Al-Quran jelas menginformasikan tentang mereka, sejarah, perbuatan, taklif Allah kepada mereka, kesalahan dan penyimpangan mereka.

Yahudi atau Israel?
Al-Quran menyebut Yahudi kepada Bani Israil setelah diutusnya Nabi Muhammad dan setelah mereka kufur dan mengingkari kenabian beliau. Nama Yahudi adalah bukan bahasa Arab namun digunakan untuk mengistilahkan bangsa kafir yang dimurkai Allah. Nama Yahudi hanya disebutkan dalam ayat-ayat madani (yang turun setelah hijrah ke Madinah) di delapan kali di surat; Al-Baqarah, Al-Maidah, dan di At-Taubah semuanya dengan konteks celaan atas mereka dan bukan pujian.
Beralihnya peristilahan Al-Quran dari Bani Israil kepada Yahudi ini memberikan kesimpulan bahwa umat Islam wajib mengikuti methode Al-Quran dalam membedakan antara Yahudi dan Bani Israel.
Ketika Al-Quran mengganti istilah Bani Israel menjadi Yahudi ini ingin menghilangkan mereka dari warisan hakiki Ibrahim dan Israil. Meski mereka mungkin masih ada keturunan Nabi Israil, namun mereka bukan pewarisnya karena mereka tidak mengikuti agama beliau.

Karena itu untuk menunjuk kepada negara penjajah di Palestina saat ini yang benar adalah menyebutkan “negara penjajah zionis yahudi” dan bukan Israel. Zionis menunjuk kepada organisasi internasional jahat yang merancang berdirinya negara penjajah tersebut di Palestina. Sebab jika menggunakan Israel dikhawatirkan akan memberikan imbuhan laknat, celaan, cercaan kepada seorang Nabi Allah yakni Yakqub. Jika pun terpaksa menggunakannya karena tuntutan konteks jurnalistik maka menyebut itu dengan tanda petik ‘Israel’.(Pic)

Sumber: Islam Pos
Oleh: Tirmidzi Basyir

, , , , , , , , , ,

Salah satu masjid di Turki melakukan cara unik untuk mengajak anak-anak mencintai masjid dan rajin shalat di dalamnya.

Situs Hurriyet mengabarkan (2/1), bagi anak-anak yang rutin hadir 180 kali untuk shalat ke masjid akan mendapat tablet PC, seperti dikatakan Cebrail Öztürk, Imam masjid Dayili di Central Anatolia distrik Yozgat.

“Kami berusaha mencari perhatian anak-anak dan mendorong mereka untuk shalat ke masjid dengan memanfaatkan antusiasme mereka terhadap teknologi dan internet,” kata Öztürk.
Masjid ini berencana membagikan tablet PC kepada anak-anak yang datang ke masjid sebanyak 180 kali dalam waktu dua bulan berturut-turut.

“Anak-anak dapat mengumpulkan kupon yang akan kami bagikan setiap selesai shalat,” ujarnya.
Pemberian hadiah ini dibiayai dari hasil kontribusi warga desa dan warga Turki yang tinggal di Eropa.

Reporter: Sarah Attar
Redaktur: Farid Zakaria
Sumber: Islampos 

, , , , , , , , , , , , ,

EDITOR dari sebuah situs internet Arab Saudi bisa dihukum mati setelah hakim memvonis dia telah murtad dan membawa kasusnya ke pengadilan yang lebih tinggi, kelompok pemantau Human Rights Watch mengatakan pada hari Sabtu kemarin (22/12/2012).

Raif Badawi, yang memulai situs Saudi Bebas Liberal yang membahas peran agama di Arab Saudi, ditangkap pada bulan Juni lalu, kata Human Rights Watch (HRW).

Badawi awalnya didakwa dengan pelanggaran yang kurang serius yaitu menghina Islam melalui saluran elektronik, tetapi pada 17 Desember seorang hakim merujuk ke pengadilan yang lebih senior dan merekomendasikan Badawi untuk diadili karena telah murtad, kata kelompok HRW.
Kemurtadan, tindakan berpindah agama, bisa divonis mati di Arab Saudi, bersamaan dengan kejahatan penghujatan Islam.

Situs Badawi banyak memuat artikel yang kritis terhadap tokoh agama senior yang ada di negara itu, kelompok monitoring melaporkan.
Seorang juru bicara Departemen Kehakiman untuk Arab Saudi belum bersedia untuk memberikan komentarnya terkait masalah ini.(fq/islampos/reu)

, , , , , , , ,

Sesudah Ivan Slank seorang bintang lainnya, Fadly Padi, vokalis grup Padi menyatakan niatnya untuk mengajak seluruh masyarakat menggunakan Dinar dan Dirham.
“Saya cukup memahami masalah ekonomi segala dan masalah yang kini dialami oleh masyarakat banyak. Dan sejak saya mengenal Dinar dan Dirham saya menemukan jawabannya,” demikian, antara lain, yang disampaikan oleh vokalis grup band populer Fadly Padi, dalam acara halal bihalal Jawara Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karena itu, Fadly menyampaikan keinginannya untuk turut terlibat dalam memasyarakatkan Dinar dan Dirham. Secara pribadi ia telah cukup lama mengenal dan menggunakan Dinar dan Dirham, termasuk untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya, di Sekolah Alam, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Kehadirannya dalam acara halal bi halal adalah awal ia bergabung dalam komunitas Jawara (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar dan Dirham Nusantara) secara lebih intensif.

Ia juga menyampaikan keinginannya untuk lebih banyak berbicara di kalangan anak-anak muda. Sebagai musisi populer yang digemari kaum muda, Fadly bisa mengambil peran yang sangat signifikan dalam berdakwah. Apalagi, belakangan Fadly juga terlibat dalam kegiatan dan acara yang bertujuan dakwah, termasuk berkolaborasi dengan penyanyi internasional Maher Zein.

Halal bi halal itu sendiri berlangsung meriah dan hangat, dihadiri hampir 50 orang Jawara dan keluarganya. Pak Zaim Saidi yang hadir dan memberikan sambutannya mengingatkan bahwa tugas kaum Muslimin saat ini adalah mengembalikan misi dasar Islam yaitu perubahan atau tran formasi dan sebagai pembawa keadilan.
“Bapak dan Ibu sekalian adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah SWT untuk mengemban misi ini. Ketika kebanyakan orang lain belum melihat, belum mengerti, bahkan menertawakan, upaya mengembalikan muamalat dengan Dinar dan Dirham, ganjaran bagi orang yang menjalankannya akan sangat besar,” ujarnya.

(Pizaro/Islampos/Wakala)
 ISLAMPOS

, , , , ,