Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Sebuah versi baru Al Qur'an telah direlease oleh Android dan Apple
APP STORE oleh komunitas kafir Ahmadiyah/Qadiany.
Nama apps nya adalah "The Holy Quran, teks Arab dan terjemahan bahasa Inggris". "Diterjemahkan oleh Maulvi Sher Ali, Ahmadiyah Muslim Community" telah jelas disebutkan dalam informasi aplikasi di App Store iPhone.
Sampaikan kepada kaum Muslimin untuk tidak membeli / mendownload aplikasi ini!
Boikot produk ini dikarenakan isi dari aplikasi ini tidak benar / menyesatkan & bertentangan dengan ajaran Al-Quran dan Hadis.
Sebarkan kepada semua orang, teman-teman anda walaupun mereka yang tidak mempunyai androids atau iPhone sampai mereka dapat menginformasikan kepada orang lain insya-Allah.
JANGAN ABAIKAN SHARE DAN KLIK BAGIKAN SEBANYAK ANDA BISA
Ahmadiyah,
Al-Qur'an,
Aliran,
Android,
Apple,
Berita,
Blog,
Download,
iPhone,
Kafir,
Program,
Software,
The Holy Quran
APP STORE oleh komunitas kafir Ahmadiyah/Qadiany.
Nama apps nya adalah "The Holy Quran, teks Arab dan terjemahan bahasa Inggris". "Diterjemahkan oleh Maulvi Sher Ali, Ahmadiyah Muslim Community" telah jelas disebutkan dalam informasi aplikasi di App Store iPhone.
Sampaikan kepada kaum Muslimin untuk tidak membeli / mendownload aplikasi ini!
Boikot produk ini dikarenakan isi dari aplikasi ini tidak benar / menyesatkan & bertentangan dengan ajaran Al-Quran dan Hadis.
Sebarkan kepada semua orang, teman-teman anda walaupun mereka yang tidak mempunyai androids atau iPhone sampai mereka dapat menginformasikan kepada orang lain insya-Allah.
JANGAN ABAIKAN SHARE DAN KLIK BAGIKAN SEBANYAK ANDA BISA
Pemain bintang Ghana
Mubarak Wacasso Adwa’ berhasil mencetak kemenangan selama pertemuan
dengan tim nasional Mali di putaran kedua untuk Piala Afrika yang
diselenggarakan Afrika Selatan.
Mubarok yang bergabung pada tim ”Espanyol” berhasil mendapat perhatian media Spanyol saat merayakan gol untuk negaranya yang dicetak di gawang Mali dan ia membawa kemenangan tersebut di babak kedua, di mana ia merayakan dengan cara sendiri, dengan mengangkat kemejanya maka ia tampil mengenakan kaos yang bertuliskan “Allah Is Great ” yang dalam bahasa indonesia berarti “Allah Maha Besar.”
Cara perayaan Mubarak tersebut mengingat kenangan yang terjadi pada final Piala Afrika tahun 2006, ketika playmaker Mesir Mohamed Aboutrika memakai kaos dalam yang bertuliskan arab ” Nahnu Fidaka Ya Rasulallah ” yang berarti “ kami adalah delegasimu wahai Rasulullah “ setelah mencetak gol kemenangan untuk timnya di pertandingan Pantai Gading.
Tim Ghana menghadapi hukuman, dengan latar belakang menggunakan agama untuk merayakan gol dicetak. Dan ini adalah apa yang dilarang oleh hukum International Federation of Football “FIFA”.
Pasal IV dari Undang-undang tentang pemain dilarang untuk menunjukkan pakaian dengan slogan-slogan atau propaganda untuk partai politik atau agama atau pribadi. (zae/alarabiya)
Eramuslim.com
Allah Is Great,
Allah Maha Besar,
Baranti,
Berita,
Bola,
ERAMUSLIM,
FIFA,
Football,
Gol,
hukum,
kaos,
Merayakan,
Pemain Bola,
Sidenreng Rappang,
Sidrap
Mubarok yang bergabung pada tim ”Espanyol” berhasil mendapat perhatian media Spanyol saat merayakan gol untuk negaranya yang dicetak di gawang Mali dan ia membawa kemenangan tersebut di babak kedua, di mana ia merayakan dengan cara sendiri, dengan mengangkat kemejanya maka ia tampil mengenakan kaos yang bertuliskan “Allah Is Great ” yang dalam bahasa indonesia berarti “Allah Maha Besar.”
Cara perayaan Mubarak tersebut mengingat kenangan yang terjadi pada final Piala Afrika tahun 2006, ketika playmaker Mesir Mohamed Aboutrika memakai kaos dalam yang bertuliskan arab ” Nahnu Fidaka Ya Rasulallah ” yang berarti “ kami adalah delegasimu wahai Rasulullah “ setelah mencetak gol kemenangan untuk timnya di pertandingan Pantai Gading.
Tim Ghana menghadapi hukuman, dengan latar belakang menggunakan agama untuk merayakan gol dicetak. Dan ini adalah apa yang dilarang oleh hukum International Federation of Football “FIFA”.
Pasal IV dari Undang-undang tentang pemain dilarang untuk menunjukkan pakaian dengan slogan-slogan atau propaganda untuk partai politik atau agama atau pribadi. (zae/alarabiya)
Eramuslim.com
mukmin.in - Universitas Harvard menukil salah satu ayat Alquran sebagai
bentuk penghormatan. Universitas tertua di Amerika Serikat itu
mengukirkan petikan ayat Quran di gerbang masuk Fakultas Hukum
''Fakultas Hukum Harvard menyebut ayat suci sebagai salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan sepanjang sejarah,'' tulis surat kabar Arab Saudi 'Ajel' seperti dikutip Emirates247.
Ayat Alquran itu diukir di tembok yang menghadap pintu masuk utama Fakultas Hukum Harvard. Seperti ditulis Ajel, Harvard mengabadikan ayat tersebut sebagai kata-kata terbaik tentang keadilan.
Adalah mahasiswa Arab Saudi yang sedang menimba ilmu di Universitas Harvard, Abdullah Jumma, yang menyadari bahwa tulisan yang terpampang di gerbang masuk Fakultas Hukum itu merupakan petikan ayat Alquran.
Jumma langsung menyebarkan foto tulisan ayat alquran tersebut lewat jejaring sosial Twitter. ''Saya yakin ayat alquran telah ditulis oleh Fakultas Hukum yang menggambarkan salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan dalam sejarah,'' kata Jumma.
Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Harvard merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat.
Redaktur: Didi Purwadi
REPUBLIKA.CO.ID

Isi surat Annisa ayat 135 (kiri) bersanding dengan kutipan pemikiran sejumlah filusuf di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard. (www.republika.co.id)

Terjemahan surat Annisa ayat 135 yang dituliskan di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard, Amerika Serikat, yang difoto oleh Abdullah Jumma. (www.emirates247.com)
Al-Qur'an,
Baranti,
Berita,
Fakultas Hukum,
Gerbang,
Harvard University,
Republika,
Sidrap,
Twitter,
Universitas,
www.emirates247.com
''Fakultas Hukum Harvard menyebut ayat suci sebagai salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan sepanjang sejarah,'' tulis surat kabar Arab Saudi 'Ajel' seperti dikutip Emirates247.
Ayat Alquran itu diukir di tembok yang menghadap pintu masuk utama Fakultas Hukum Harvard. Seperti ditulis Ajel, Harvard mengabadikan ayat tersebut sebagai kata-kata terbaik tentang keadilan.
Adalah mahasiswa Arab Saudi yang sedang menimba ilmu di Universitas Harvard, Abdullah Jumma, yang menyadari bahwa tulisan yang terpampang di gerbang masuk Fakultas Hukum itu merupakan petikan ayat Alquran.
Jumma langsung menyebarkan foto tulisan ayat alquran tersebut lewat jejaring sosial Twitter. ''Saya yakin ayat alquran telah ditulis oleh Fakultas Hukum yang menggambarkan salah satu ekspresi terhebat tentang keadilan dalam sejarah,'' kata Jumma.
Universitas Harvard didirikan di Cambridge, Massachusetts, pada 1636. Harvard merupakan perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat.
Redaktur: Didi Purwadi
REPUBLIKA.CO.ID
Isi surat Annisa ayat 135 (kiri) bersanding dengan kutipan pemikiran sejumlah filusuf di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard. (www.republika.co.id)
Terjemahan surat Annisa ayat 135 yang dituliskan di dinding gerbang masuk Fakultas Hukum Universitas Harvard, Amerika Serikat, yang difoto oleh Abdullah Jumma. (www.emirates247.com)
mukmin.in - Media yang cukup representatif di Amerika – The New York Times,
ternyata selama ini melakukan pembohongan publik terhadap rakyat
Amerika, khususnya mengenai kejahatan-kejahatan dan kekejeman yang
dilakukan oleh zionist israel.
Menurut sudut pandang media The New York Times, tidak ada yang namanya pengepungan diwilayah Gaza, tidak ada pendudukan di Tepi Barat, dan bahkan tidak pernah terjadi Nakba (pembunuhan besar-besaran terhadap warga Palestina di tahun 1948). Media ini tidak pernah memberitakan dan mencatat peristiwa-peristiwa ini.
Pada tanggal 13 Desember 2012 lalu, The New York Times menerbitkan artikel yang ditulis oleh Steven Erlanger, artikel ini membahas tuntas tentang meningkatnya angka kemiskinan di Gaza, namun didalam artikel ini sama sekali tidak menyebutkan adanya blokade terhadap Gaza oleh israel, padahal blokade inilah yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan di Gaza.
Semua serangan yang dilakukan Israel terhadap Gaza dianggap sebagai balasan terhadap roket Hamas, bahkan Erlanger memutar balikan fakta bahwa semua ketidak-beruntungan dan kemiskinan warga Gaza adalah dikarenakan “pengepungan” yang dilakukan oleh HAMAS terhadap warganya sendiri, dalam artikel ini menyebutkan bahwa HAMAS telah menyebabkan warga Gaza semakin miskin karena tidak sanggup menjalankan roda pemerintahan di Gaza, sehingga angka pengangguran semakin meningkat.
Artikel-artikel maupun berita yang dibuat The New York Times tentang Palestina jauh sekali dari fakta sebenarnya, dan sangat menyesatkan bagi pembaca khususnya warga Amerika, The New York Times melindungi kepentingan-kepentingan israel dengan cara memberikan rakyat Amerika berita-berita yang penuh khayalan bahwa israel berada dipihak yang benar.
Mungkin karena itulah, mengapa warga Amerika buta terhadap persoalan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya konflik israel – Palestina. Mereka tidak memahami catatan historis, geografi, dan realita-realita politik yang sebenarnya terjadi.
Jadi, menurut The New York Times, HAMAS lah yang bertanggung jawab terhadap persoalan yang terjadi di Gaza; dan israel sama sekali tidak ada hubungannya terhadap masalah yang dialami warga Gaza.
Undergroundtauhid.com
Electronicintifada.net
Red : Catalyst Fist
Baru,
Berita,
Blog,
gaza,
kebohongan,
Konflik,
media,
media dakwah,
Palestina,
Sidrap,
Sidrap Mukminin,
The New York Times,
undergroundtauhid,
yahudi,
Zionis,
Zona
Menurut sudut pandang media The New York Times, tidak ada yang namanya pengepungan diwilayah Gaza, tidak ada pendudukan di Tepi Barat, dan bahkan tidak pernah terjadi Nakba (pembunuhan besar-besaran terhadap warga Palestina di tahun 1948). Media ini tidak pernah memberitakan dan mencatat peristiwa-peristiwa ini.
Pada tanggal 13 Desember 2012 lalu, The New York Times menerbitkan artikel yang ditulis oleh Steven Erlanger, artikel ini membahas tuntas tentang meningkatnya angka kemiskinan di Gaza, namun didalam artikel ini sama sekali tidak menyebutkan adanya blokade terhadap Gaza oleh israel, padahal blokade inilah yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan di Gaza.
Semua serangan yang dilakukan Israel terhadap Gaza dianggap sebagai balasan terhadap roket Hamas, bahkan Erlanger memutar balikan fakta bahwa semua ketidak-beruntungan dan kemiskinan warga Gaza adalah dikarenakan “pengepungan” yang dilakukan oleh HAMAS terhadap warganya sendiri, dalam artikel ini menyebutkan bahwa HAMAS telah menyebabkan warga Gaza semakin miskin karena tidak sanggup menjalankan roda pemerintahan di Gaza, sehingga angka pengangguran semakin meningkat.
Artikel-artikel maupun berita yang dibuat The New York Times tentang Palestina jauh sekali dari fakta sebenarnya, dan sangat menyesatkan bagi pembaca khususnya warga Amerika, The New York Times melindungi kepentingan-kepentingan israel dengan cara memberikan rakyat Amerika berita-berita yang penuh khayalan bahwa israel berada dipihak yang benar.
Mungkin karena itulah, mengapa warga Amerika buta terhadap persoalan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya konflik israel – Palestina. Mereka tidak memahami catatan historis, geografi, dan realita-realita politik yang sebenarnya terjadi.
Jadi, menurut The New York Times, HAMAS lah yang bertanggung jawab terhadap persoalan yang terjadi di Gaza; dan israel sama sekali tidak ada hubungannya terhadap masalah yang dialami warga Gaza.
Undergroundtauhid.com
Electronicintifada.net
Red : Catalyst Fist
REPUBLIKA.CO.ID, TALLAHASSE -- Florida dikenal sebagai satu
titik kampanye negatif tentang Islam dan Muslim. Untuk itu, komunitas
Muslim Florida berinisiatif untuk terus mempromosikan ajaran Islam.
Bentuk implementasi pemikiran itu dimulai awal tahun ini melalui sebuah
kampanye yang diberi nama “Why Islam”.
Kampanye itu merupakan hasil kolaborasi antara Lingkar Islam Amerika Utara (ICNA), Yayasan Persatuan Muslim Amerika (UMF)dan Islamic Center Orlando (ICO). Nantinya, fokus dari kampanye ini adalah menyajikan gambaran yang akurat tentang Islam dan menciptakan peluang baru untuk dialog bersama masyarakat Amerika.
“Kami melihat itu sebagai bentuk tanggung jawab Muslim Amerika untuk memperkenalkan Islam dan mengklarifikasi kesalahpahaman tentang Muslim Amerika,” papar dia seperti dikutip dalam laman resmi ICNA, Rabu (2/1).
Guna memperkuat kampanye itu, akan dipasang 29 billboard, pembuatan linkvideo pada laman resmi ICNA dan siaran radio via jaringan AM. Selain itu,juga disediakan layanan call center 1 (877) Why Islam (949-47526). Bagi ICNA, kampanye ini bukanlah yang pertama kalinya.
Tahun lalu misalnya, ICNA memberikan mushaf Alquran dan pamflet tentang Islam dan Muslim di depan perpustakaan umum. Pamflet itu meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk hubungan antara umat Islam dengan Kristen dan Yahudi, status perempuan, akhirat, ibadah dan pandangan Islam tentang terorisme.
Ketua UMF, Masuma Virji mengatakan pihaknya sangat tertarik menjadi bagian dari protek ini guna mendorong setiap orang untuk menelpon dan belajar lebih banyak tentang Islam. “Kami senang untuk memberikan kontribusi terhadap usaha mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat Amerika,” kata dia.
Sebelum ICNA, lebih dulu Dewan Hubungan Amerika Islam meluncurkan kampanye “MyJihad”. Kampanye ini bertujuan untuk berbagi makna yang tepat dari jihad. Serupa dengan “WhyIslam”, “MyJIhad” juga memanfaatkan ruang komersial dan medium komunikasi guna memperluas jangkauan.
Kampanye itu merupakan hasil kolaborasi antara Lingkar Islam Amerika Utara (ICNA), Yayasan Persatuan Muslim Amerika (UMF)dan Islamic Center Orlando (ICO). Nantinya, fokus dari kampanye ini adalah menyajikan gambaran yang akurat tentang Islam dan menciptakan peluang baru untuk dialog bersama masyarakat Amerika.
“Kami melihat itu sebagai bentuk tanggung jawab Muslim Amerika untuk memperkenalkan Islam dan mengklarifikasi kesalahpahaman tentang Muslim Amerika,” papar dia seperti dikutip dalam laman resmi ICNA, Rabu (2/1).
Guna memperkuat kampanye itu, akan dipasang 29 billboard, pembuatan linkvideo pada laman resmi ICNA dan siaran radio via jaringan AM. Selain itu,juga disediakan layanan call center 1 (877) Why Islam (949-47526). Bagi ICNA, kampanye ini bukanlah yang pertama kalinya.
Tahun lalu misalnya, ICNA memberikan mushaf Alquran dan pamflet tentang Islam dan Muslim di depan perpustakaan umum. Pamflet itu meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk hubungan antara umat Islam dengan Kristen dan Yahudi, status perempuan, akhirat, ibadah dan pandangan Islam tentang terorisme.
Ketua UMF, Masuma Virji mengatakan pihaknya sangat tertarik menjadi bagian dari protek ini guna mendorong setiap orang untuk menelpon dan belajar lebih banyak tentang Islam. “Kami senang untuk memberikan kontribusi terhadap usaha mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat Amerika,” kata dia.
Sebelum ICNA, lebih dulu Dewan Hubungan Amerika Islam meluncurkan kampanye “MyJihad”. Kampanye ini bertujuan untuk berbagi makna yang tepat dari jihad. Serupa dengan “WhyIslam”, “MyJIhad” juga memanfaatkan ruang komersial dan medium komunikasi guna memperluas jangkauan.
Redaktur: Yudha Manggala P Putra
Reporter: Agung Sasongko
Islamedia
-Muslim Amerika Serikat meluncurkan kampanye iklan dan media sosial
dengan harapan untuk memulihkan citra kata "jihad" dari kelompok
ekstrim, yang dianggap sering terjebak mempersamakan laku spiritual itu
dengan terorisme.
Kampanye tersebut menampilkan gambar individu-individu Muslim yang menunjukkan perjuangan pribadi mereka -- sebagai makna Jihad -- di bus-bus, Twitter, Facebook, dan sebuah laman khusus: myjihad.org.
"Jihadku ialah menjalin persahabatan lintas batas," kata salah satu iklan yang menampilkan seorang pria Afro-Amerika bersandar ke bahu seorang teman Yahudinya, sebagaimana laporan AFP.
"Jihadku ialah untuk terus melangkah maju, walaupun kehilangan anak tercintaku," kata iklan yang lain, menampilkan potret seorang ibu dengan tiga orang anak yang tersisa. Sang Ibu kehilangan anaknya karena menderita Sindrom Hunter.
"Jihadku ialah tidak menghakimi orang dari penampilannya," kata iklan ketiga, menampilkan dua orang perempuan mengenakan kerudung.
Iklan kampanye muslim tersebut turut dipicu oleh merebaknya serangkaian iklan bermuatan kebencian yang menjuluki Muslim sebagai "kaum bengis" dan mendorong orang-orang untuk "mengalahkan jihad", iklan-iklan kebencian tadi ditempelkan di bus-bus dan kereta-kereta di New York, Chicago, dan San Fransisco.
Tetapi iklan kampanye balasan tersebut juga ditujukan kepada kalangan muslim, mengingat makin besarnya rasa kecewa karena pendistorsian dan pembusukan makna jihad sebagai keyakinan iman mereka yang mendasar.
"Jihad ialah sebuah istilah yang malangnya telah disalahtafsirkan secara luas oleh aksi-aksi kalangan ekstrim, dan oleh usaha-usaha indoktrinasi masyarakat yang datang dari kelompok-kelompok Islamofobik yang mengklaim bahwa ekstrimis minoritas itu benar dan muslim mayoritas itu keliru," kata Rehab, yang merupakan salah satu direktur eksekutif CAIR cabang Chicago.
"Kampanye MyJihad ialah untuk merebut ulang makna jihad dari penafsiran ekstrim anti-Muslim," lanjut Rahab.
Iklan-iklan tersebut ditempatkan di bus-bus di Chicago. Rehab mengharapkan dapat meningkatkan pendanaan untuk memperluas jangkauan kampanye hingga ke kota New Yok, Washington, San Francisco, Seattle, Houston, Dallas, dan Oklahoma City. Panitia penyelenggara juga sedang mempersiapkan agar iklan-iklan tersebut bisa tampil di bus-bus di Toronto, London, Manchester, Sydney, dan Melbourne. [iinanews]
Sumber: Islamedia
Amerika,
Baranti,
Berita,
Blog,
Facebook,
Islamedia.Web.Id,
Jihad,
Kampanye,
Luruskan,
Makna Jihad,
media,
media dakwah,
Mukmin,
Mukminin,
Muslim,
MyJihad.Org,
Sidrap,
Sidrap Mukminin,
Twitter
Kampanye tersebut menampilkan gambar individu-individu Muslim yang menunjukkan perjuangan pribadi mereka -- sebagai makna Jihad -- di bus-bus, Twitter, Facebook, dan sebuah laman khusus: myjihad.org.
"Jihadku ialah menjalin persahabatan lintas batas," kata salah satu iklan yang menampilkan seorang pria Afro-Amerika bersandar ke bahu seorang teman Yahudinya, sebagaimana laporan AFP.
"Jihadku ialah untuk terus melangkah maju, walaupun kehilangan anak tercintaku," kata iklan yang lain, menampilkan potret seorang ibu dengan tiga orang anak yang tersisa. Sang Ibu kehilangan anaknya karena menderita Sindrom Hunter.
"Jihadku ialah tidak menghakimi orang dari penampilannya," kata iklan ketiga, menampilkan dua orang perempuan mengenakan kerudung.
Iklan kampanye muslim tersebut turut dipicu oleh merebaknya serangkaian iklan bermuatan kebencian yang menjuluki Muslim sebagai "kaum bengis" dan mendorong orang-orang untuk "mengalahkan jihad", iklan-iklan kebencian tadi ditempelkan di bus-bus dan kereta-kereta di New York, Chicago, dan San Fransisco.
Tetapi iklan kampanye balasan tersebut juga ditujukan kepada kalangan muslim, mengingat makin besarnya rasa kecewa karena pendistorsian dan pembusukan makna jihad sebagai keyakinan iman mereka yang mendasar.
"Jihad ialah sebuah istilah yang malangnya telah disalahtafsirkan secara luas oleh aksi-aksi kalangan ekstrim, dan oleh usaha-usaha indoktrinasi masyarakat yang datang dari kelompok-kelompok Islamofobik yang mengklaim bahwa ekstrimis minoritas itu benar dan muslim mayoritas itu keliru," kata Rehab, yang merupakan salah satu direktur eksekutif CAIR cabang Chicago.
"Kampanye MyJihad ialah untuk merebut ulang makna jihad dari penafsiran ekstrim anti-Muslim," lanjut Rahab.
Iklan-iklan tersebut ditempatkan di bus-bus di Chicago. Rehab mengharapkan dapat meningkatkan pendanaan untuk memperluas jangkauan kampanye hingga ke kota New Yok, Washington, San Francisco, Seattle, Houston, Dallas, dan Oklahoma City. Panitia penyelenggara juga sedang mempersiapkan agar iklan-iklan tersebut bisa tampil di bus-bus di Toronto, London, Manchester, Sydney, dan Melbourne. [iinanews]
Sumber: Islamedia
Salah satu masjid di Turki melakukan cara unik untuk mengajak anak-anak mencintai masjid dan rajin shalat di dalamnya.
Situs Hurriyet mengabarkan (2/1), bagi anak-anak yang rutin hadir 180 kali untuk shalat ke masjid akan mendapat tablet PC, seperti dikatakan Cebrail Öztürk, Imam masjid Dayili di Central Anatolia distrik Yozgat.
“Kami berusaha mencari perhatian anak-anak dan mendorong mereka untuk shalat ke masjid dengan memanfaatkan antusiasme mereka terhadap teknologi dan internet,” kata Öztürk.
Masjid ini berencana membagikan tablet PC kepada anak-anak yang datang ke masjid sebanyak 180 kali dalam waktu dua bulan berturut-turut.
“Anak-anak dapat mengumpulkan kupon yang akan kami bagikan setiap selesai shalat,” ujarnya.
Pemberian hadiah ini dibiayai dari hasil kontribusi warga desa dan warga Turki yang tinggal di Eropa.
Reporter: Sarah Attar
Redaktur: Farid Zakaria
Sumber: Islampos
Anak,
Anak-anak,
Baranti,
Berita,
Central Anatolia,
Hadiah,
Hurriyet,
ISLAMPOS,
Masjid,
media,
Rajin,
Sidrap,
Tablet PC,
Turki
Situs Hurriyet mengabarkan (2/1), bagi anak-anak yang rutin hadir 180 kali untuk shalat ke masjid akan mendapat tablet PC, seperti dikatakan Cebrail Öztürk, Imam masjid Dayili di Central Anatolia distrik Yozgat.
“Kami berusaha mencari perhatian anak-anak dan mendorong mereka untuk shalat ke masjid dengan memanfaatkan antusiasme mereka terhadap teknologi dan internet,” kata Öztürk.
Masjid ini berencana membagikan tablet PC kepada anak-anak yang datang ke masjid sebanyak 180 kali dalam waktu dua bulan berturut-turut.
“Anak-anak dapat mengumpulkan kupon yang akan kami bagikan setiap selesai shalat,” ujarnya.
Pemberian hadiah ini dibiayai dari hasil kontribusi warga desa dan warga Turki yang tinggal di Eropa.
Reporter: Sarah Attar
Redaktur: Farid Zakaria
Sumber: Islampos
ORLANDO .Media cetak maupun online adalah salah satu sarana yang kini banyak
dimanfaatkan oleh kaum Muslimin untuk berdakwah. Di Orlando, Florida,
Amerika Serikat, organisasi Muslim lokal telah memulai kampanye media
yang menekankan bahwa semua Nabi yang diutus Allah membawa pesan yang
sama, yaitu Tauhid.
Ormas Islam Orlando memasang papan iklan yang menyatakan "Same family, Same message" (Keluarga yang sama, Pesan yang sama) dengan menyebut nama Nabi Ibrahim ('alaihissalam), Musa ('alaihissalam), Isa ('alaihissalam), dan Muhammad (shalallahu 'alaihi wa sallam), yang telah terpasang di seluruh daerah Orlando dan Pantai Daytona. Iklan ini disponsori oleh American Muslim Community Centers, Islamic Center Orlando dan United Muslim Foundation di Lake Mary.
Ide ini bertujuan untuk menyebarkan pesan bahwa pada dasarnya semua Nabi, terkhusus Nabi dan Rasul tersebut, diutus untuk menyampaikan pesan yang sama, yaitu memerintahkan manusia agar hanya menyembah Allah yang satu dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.
Iklan ini juga memiliki beberapa slogan yang berbeda, menurut situs yang mensponsori program ini whyislam.org
yang berbasis di New York. Kampanye yang bertema "Why Islam" ini
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan meluruskan kesalahpahaman
terhadap Islam di mata orang-orang Amerika.
Kampanye iklan dakwah ini juga merupakan balasan bagi orang-orang anti-Islam yang menyebarkan iklan berisi pesan-pesan anti-Islam.
(siraaj/arrahmah.com)
Arrahmah.com,
Baranti,
Berita,
Blog,
dakwah,
Florida,
Iklan,
Islam,
media,
media dakwah,
Muslim,
Nabi,
Orlando,
Pesan,
Sidrap,
Tauhid
Ormas Islam Orlando memasang papan iklan yang menyatakan "Same family, Same message" (Keluarga yang sama, Pesan yang sama) dengan menyebut nama Nabi Ibrahim ('alaihissalam), Musa ('alaihissalam), Isa ('alaihissalam), dan Muhammad (shalallahu 'alaihi wa sallam), yang telah terpasang di seluruh daerah Orlando dan Pantai Daytona. Iklan ini disponsori oleh American Muslim Community Centers, Islamic Center Orlando dan United Muslim Foundation di Lake Mary.
Ide ini bertujuan untuk menyebarkan pesan bahwa pada dasarnya semua Nabi, terkhusus Nabi dan Rasul tersebut, diutus untuk menyampaikan pesan yang sama, yaitu memerintahkan manusia agar hanya menyembah Allah yang satu dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.
Kampanye iklan dakwah ini juga merupakan balasan bagi orang-orang anti-Islam yang menyebarkan iklan berisi pesan-pesan anti-Islam.
(siraaj/arrahmah.com)
- Prof Kasim Mathar: Dari sudut pandang Islam, aliran-aliran ini memang harus dibubarkan. Pertama, ia bisa secara sistemik merusak akidah orang-orang Islam.
- Ketua Komisi Fatwa MUI Makassar Ali Parman mengatakan, salah satu aliran yang menjadi perhatian MUI Makassar saat ini adalah aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang merupakan wajah lain dari sebuah sekte sesat Al Qiyadah Al Islamiyah.
Aliran ini, kata dia, mengajarkan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan syariat Islam.
Mulai dari tidak wajib mengerjakan salat hingga penilaian bahwa berhaji merupakan ibadah yang hanya menghamburkan uang.
Mulai dari tidak wajib mengerjakan salat hingga penilaian bahwa berhaji merupakan ibadah yang hanya menghamburkan uang.
- Abu Bakar Paka: Seringkali demokrasi dijadikan tameng untuk berlindung. “Ini yang harus diwaspadai. Banyak aliran dalam Islam yang sebenarnya lahir untuk menghancurkan Islam.”
- Aparat memegang peran paling penting. Aaparat dan lembaga-lembaga Islam seperti MUI bekerja lebih cepat dan bertindak tepat, agar masyarakat tidak mendahului mengambil tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum.
- Abu Abdillah: Sudah banyak aliran yang sebenarnya nampak di depan mata bertentangan dengan akidah Islam. Diantaranya, sekarang ini ada aliran yang membolehkan nikah mut’ah.
Aliran
ini telah berkembang pesat di kampus-kampus dan banyak melibatkan
mahasiswa sebagai pengikutnya. Aliran tersebut akan semakin memperluas
pengaruhnya dan sedikit demi sedikit menggerogoti tatanan beragama di
masyarakat kita.
Inilah beritanya.
***
MUI Akan Rilis 11 Aliran Sesat di SulselMAKASSAR, FO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Minggu (16/12) merilis 10 kriteria aliran sesat yang diharamkan untuk diikuti. Kriteria ini dirilis secara terbuka di tengah tumbuh suburnya sejumlah aliran Islam sempalan yang dipandang berpotensi merusak akidah dan memicu gejolak sosial.Kriteria tersebut diantaranta, mengingkari salah satu rukun iman dan Islam, meyakini atau mengikuti akidah yang tak sesuai Alquran dan sunnah, meyakini turunnya wahyu sesudah Alquran dan mengingkari keaslian dan atau kebenaran Alquran.
Kriteria lainnya, menafsirkan Alquran yang tidak berdasar kaedah tafsir, mengingkari kedudukan hadits Nabi Muhammad sebagai sumber ajaran Islam, menghina, melecehkan atau merendahkan nabi-nabi dan rasul, mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi atau rasul terakhir, serta mengubah, menambah dan mengurangi pokok-pokok ibadah seperti shalat fardu, puasa atau haji serta mengafirkan sesama Muslim, hanya karena bukan kelompoknya.Hal tersebut terkuak dalam acara seminar tentang fenomena munculnya aliran sesat dalam masyarakat Muslim Indonesia, di ruang rapat Gedung Muhammadiyah Cabang Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu (16/12).
Dalam acara tersebut, MUI juga merilis, terdapat 11 aliran sesat di Sulsel. Namun saja MUI belum bersedia merilis nama-nama aliran sesat tersebut. Lembaga para alim ulama ini, berjanji akan merilis 10 aliran sesat itu dalam waktu dekat.Seminar menampilkan pemateri Prof Kasim Mathar dan Abu Bakar Paka. Keduanya, membenarkan adanya 10 kriteria aliran yang harus dijauhi. Mereka bahkan merekomendasikan pembubaran aliran yang dinilai sempalan tersebut.“Saya kira memang harus dirilis terbuka, dan menjadi kewajiban aparat untuk membubarkannya. Karena ini bukan sekadar merusak akidah, tapi juga berpotensi memantik gejolak di masyarakat,” terang Kasim.Menurut Kasim, dari sudut pandang Islam, aliran-aliran ini memang harus dibubarkan. Pertama, ia bisa secara sistemik merusak akidah orang-orang Islam.Terbukti, banyak aliran sesat yang hadir di masyarakat, dengan mudah bisa menghimpun pengikut. Selanjutnya, dampak sosial adalah hal yang paling mengkhawatirkan.
Kasim menjelaskan, fenomena yang terjadi adalah ketika kelompok ini mampu menghimpun pengikut, maka yang timbul adalah kegoncangan di masyarakat. “Inilah yang sering memicu masyarakat bermain hakim sendiri. Nah, untuk mencegahnya, MUI harus bersikap bersama aparat,” katanya.Abu Bakar Paka menambahkan, aliran sesat adalah fenomena yang telah ada sejak dulu. Aliran ini datang dari berbagai latar belakang, motif serta ajaran.Mereka telah diperangi oleh Rasulullah dan para sahabat. Namun, tentu saja dewasa ini fenomenanya berbeda dari yang terdahulu.
Karena mereka berada di alam demokrasi, maka seringkali demokrasi dijadikan tameng untuk berlindung. “Ini yang harus diwaspadai. Banyak aliran dalam Islam yang sebenarnya lahir untuk menghancurkan Islam,” papar Abu Bakar.Aparat kata dia memegang peran paling penting. Abu Bakar berharap, aparat dan lembaga-lembaga Islam seperti MUI bekerja lebih cepat dan bertindak tepat, agar masyarakat tidak mendahului mengambil tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum.
“Saya yakin kalau aparat kita bertindak cepat, masyarakat tidak perlu turun tangan. Yang kadang terjadi kalau aparat terlambat, masyarakat yang mengambil alih. Itu sangat berbahaya,” pintanya.Di tempat yang sama, Ketua Komisi Fatwa MUI Makassar Ali Parman mengatakan, salah satu aliran yang menjadi perhatian MUI Makassar saat ini adalah aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang merupakan wajah lain dari sebuah sekte sesat Al Qiyadah Al Islamiyah.Aliran ini, kata dia, mengajarkan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan syariat Islam.
Mulai dari tidak wajib mengerjakan salat hingga penilaian bahwa berhaji merupakan ibadah yang hanya menghamburkan uang.“Mereka juga membolehkan Muslimah mengenakan celana pendek,” katanya.Ali Parman menambahkan, keberadaan aliran Gafatar ini menjadi berbincangan hangat di kalangan petinggi MUI. Apa yang dilakukan oleh MUI ini demi menjaga ajaran Islam agar tetap pada kodratnya.Selain Gafatar, ada beberapa aliran yang juga sedang dicermati sepak terjangnya. Ajaran-ajaran itu secara umum tampak sama dengan Islam umumnya. Namun pada ajaran pokok akidahnya sangat bertentangan dengan Islam.“Bahkan menginjak-injak akidah Islam,” terang Ali.Abu Abdillah, pemerhati Islam yang dihubungi Berita Kota malam tadi, mengatakan, MUI adalah lembaga yang dipercaya publik Islam untuk memfilter hal-hal seperti ini. Jika sudah dipastikan ke-11 aliran ini bertentangan dengan akidah Islam, maka wajib bagi MUI berkoordinasi dengan kepolisian untuk membubarkannya.
*NAHIMUNKAR.COM“Saya kira itu jalan paling ideal. Jangan berlama-lama karena akan memberi ruang gerak yang lebih luas kepada mereka,” katanya.Menurut Abu Abdillah, sudah banyak aliran yang sebenarnya nampak di depan mata bertentangan dengan akidah Islam. Diantaranya, sekarang ini ada aliran yang membolehkan nikah mut’ah.Aliran ini telah berkembang pesat di kampus-kampus dan banyak melibatkan mahasiswa sebagai pengikutnya.
“Ini sudah sangat pesat perkembangannya. Dan tidak ada gerakan konkret dari MUI untuk mencegahnya,” ketusnya.MUI menurut dia, harus segera bersikap, karena jika tidak, bukan tidak mungkin aliran tersebut akan semakin memperluas pengaruhnya dan sedikit demi sedikit menggerogoti tatanan beragama di masyarakat kita.(bkm) Senin, 17 Desember 2012 | 15:13:47 WITA | fajar.co.id
TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR, - Rilis Kodam VII Wirabuana bahas soal
Makassar masuk dalam zona teroris ditanggapi Wali Kota Makassar, Ilham
Arief Sirajuddin. Ilham menanggapi berbeda dan tak sepakat, Makassar
kini tak lagi aman. Rilis kodam tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran
dan membatasi aktivitas masyarakat di kota ini.
"Saya kemudian tak setuju jika itu menjadi sesuatu yang membuat takut masyarakat beraktivitas. Selama ini dengan berbagai gejolak-gejolak horisontal yang terjadi di region Sulawesi, kita di Makassar tenang-tenang saja," ujar Ilham saat dimintai tanggapannya, Senin (17/12/2012).
Sehari sebelumnya, Minggu (16/12/2012), Kodam VII merilis zona teroris di Sulawesi Selatan. Selain Makassar, daerah lainnya, yakni Gowa dan Maros. Makassar dinilai mudah dimasuki teroris sebab penduduknya pada, sementara Gowa masih memiliki pedalaman dan sedang berkembang, begitu pula dengan Maros.
Kendati demikian, Ilham tetap meminta warga waspada demi mencegah aksi terorisme. Kodam dinilai tak asal merilis dan memiliki data autentik soal terorisme.
"Apa yang disampaikan Kodam itu
menjadi kewaspadaan. Artinya Kodam menyampaikan itu pasti dengan pertimbangan," kata Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan Polri Sulawesi Selatan ini.
Lebih lanjut, warga juga diminta mengawasi lingkungan sekitar, memantau setiap pendatang baru, dan menjadi polisi bagi diri sendiri. Kegiatan keagamaan diminta dijalankan dengan bebas tanpa ada rasa khawatir, terkhusus perayaan Natal 2012.
"Silakan bebas beraktivitas menjalankan kegiatan keamanan dan aparat akan mengawasinya," katanya.(tribun-timur.com/edi)
Berita,
Makassar,
Sulawesi Selatan,
Teroris,
Zona
"Saya kemudian tak setuju jika itu menjadi sesuatu yang membuat takut masyarakat beraktivitas. Selama ini dengan berbagai gejolak-gejolak horisontal yang terjadi di region Sulawesi, kita di Makassar tenang-tenang saja," ujar Ilham saat dimintai tanggapannya, Senin (17/12/2012).
Sehari sebelumnya, Minggu (16/12/2012), Kodam VII merilis zona teroris di Sulawesi Selatan. Selain Makassar, daerah lainnya, yakni Gowa dan Maros. Makassar dinilai mudah dimasuki teroris sebab penduduknya pada, sementara Gowa masih memiliki pedalaman dan sedang berkembang, begitu pula dengan Maros.
Kendati demikian, Ilham tetap meminta warga waspada demi mencegah aksi terorisme. Kodam dinilai tak asal merilis dan memiliki data autentik soal terorisme.
"Apa yang disampaikan Kodam itu
menjadi kewaspadaan. Artinya Kodam menyampaikan itu pasti dengan pertimbangan," kata Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri Purnawirawan Polri Sulawesi Selatan ini.
Lebih lanjut, warga juga diminta mengawasi lingkungan sekitar, memantau setiap pendatang baru, dan menjadi polisi bagi diri sendiri. Kegiatan keagamaan diminta dijalankan dengan bebas tanpa ada rasa khawatir, terkhusus perayaan Natal 2012.
"Silakan bebas beraktivitas menjalankan kegiatan keamanan dan aparat akan mengawasinya," katanya.(tribun-timur.com/edi)
Silaturahim Nasional ke-I MIUMI
MIUMI.Bertempat di Arrahman Quranic Learning
Islamic Centre, Tebet Jakarta Selatan, pada hari Ahad 24 Muharram 1434
H/ 9 Desember 2012 M, Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia
(MIUMI) menggelar acara Silatnas ke-1 MIUMI. Dalam forum tersebut,
Alhamdulillah MIUMI telah menyepakati dan menetapkan platform ideologi
perjuangan MIUMI dan Peta Dakwah Strategis MIUMI untuk jangka pendek
(2013-2014), jangka menengah (2020) dan jangka panjang (2030). Selain
itu forum Silatnas ke-1 telah meresmikan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah
Tangga (PD/PRT) organisasi MIUMI.
Silatnaske-1 MIUMI dihadiri oleh seluruh
pengurus pusat dan delegasi perwakilan MIUMI daerah
provinsi/kota/kabupaten. Melalui Silatnas ke-1 MIUMI, telah dikukuhkan
peresmian perwakilan MIUMI daerah, yang jumlahnya pada tahap pertama ini
ada 9 wilayah: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sulawesi
Selatan, Jawa Tengah, JawaTimur, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Diantara
tokoh-tokoh perwakilan MIUMI daerah yang hadir dan dikukuhkan sebagai
pengurus daerah adalah Buya Dr. Gusrizal Gazahar (Padang), Dr. Mustafa
Umar (Pekanbaru), Rahmat Abdul Rahman, MA (Makassar), Dr.
Mu’inuddinillah Basri (Solo), M. Yusran Hadi, MA (Aceh), Qosim
Nurseha,MA (Medan), Kholili Hasib, MA (Surabaya), Fathurrahman Kamal, MA
(Yogyakarta), Anung Al-Hamat, MA (Jakarta), DR. Suharnomo dan Dr.
Sarjuni (Semarang), dan Ahmad Husein Dahlan (Bekasi).
Selain memantapkan jaringan dan struktur
organisasi MIUMI di seluruh Indonesia, para peserta Silatnaske-1 MIUMI
juga menetapkan beberapa agenda rencana aksistrategis. Diantaranya,
rencana menyelenggarakan Halaqah Nasional Ulama Ushul Fiqih untuk
Merumuskan Platform Metodologi Fatwa di Indonesia. Hal ini sangat
mendesak karena sifat dan fungsi MIUMI sebagai gerakan keilmuan yang
ingin mengembalikan otoritas fatwa ulama dalam kehidupan umat. Selaras
dengan itu para peserta Silatna ske-1. MIUMI secara khusus mengungkapkan
keprihatinan terhadap fenomena desakan untuk merubah alasan hukum
(illatulhukmi) dengan pendekatan ilmu humaniora dan hermeneutika dalam
metode penetapan hukum (manhaj istinbath) Ushul Fiqih.
Para peserta Silatnas ke-1 MIUMI juga
risau dan prihatin terhadap fenomena penggunaan HAM sebagai justifikasi
pelecehan dan pelanggaran aturan dan norma agama Islam. Dalam forum itu
ditetapkan tekad MIUMI untuk merumuskan dan menjelaskan posisi dan
fungsionalisasi HAM yang benar dalam perspektif Islam untuk kemaslahatan
kehidupan berbangsa bernegara.
MIUMI dideklarasikan di Jakarta, 28 Februari 2012 yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional seperti Prof. Dr. Din Syamsuddin, Prof. Dr. Mahfud MD, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Dr. Bambang Wijoyanto, KH. A. Cholil Ridwan, dan Taufik Ismail. Saat ini MIUMI dipimpin oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi. Dalam kancah nasional, MIUMI dikenal kepeloporannya dalam penolakan Draft RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dan dukungan terhadap Fatwa MUI Jawa Timur tentang kesesatan aliran Syi’ah. Beberapa hasil penelitian dan kajian MIUMI telah dipublikasikan.
MIUMI dideklarasikan di Jakarta, 28 Februari 2012 yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional seperti Prof. Dr. Din Syamsuddin, Prof. Dr. Mahfud MD, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Dr. Bambang Wijoyanto, KH. A. Cholil Ridwan, dan Taufik Ismail. Saat ini MIUMI dipimpin oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi. Dalam kancah nasional, MIUMI dikenal kepeloporannya dalam penolakan Draft RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dan dukungan terhadap Fatwa MUI Jawa Timur tentang kesesatan aliran Syi’ah. Beberapa hasil penelitian dan kajian MIUMI telah dipublikasikan.
MIUMI Hadir di Sulawesi Selatan
MIUMI adalah sebuah majelis perhimpunan para Intelektual dan Ulama muda di Indonesia. Pembentukan majelis ini bermula dari azzam yang kuat dari para inisiator MIUMI untuk menyelesaikan problem multi dimensi yang melilit ummat Islam saat ini. Sebab, persoalan yang dihadapi oleh umat Islam Indonesia dewasa ini sangat kompleks. Secara eksternal umat Islam berhadapan dengan arus globalisasi, Westernisasi, liberalisasi, sekularisasi yang disertai oleh faham pluralisme, humanisme, hedonisme, materialisme dan sebagainya.
Secara internal umat Islam menghadapi masalah persatuan dan kesatuan, kualitas sumber daya dan kaderisasi, manajemen lembaga-lembaga, potensi ekonomi, hubungan dengan dunia Islam dan sebagainya. Akar dari kedua tantangan tersebut tidak lain adalah kelemahan ilmu pengetahuan umat Islam.
Oleh karena itu, dalam platformnya MIUMI telah menegaskan bahwa solusi dari permasalahn umat yang kompleks tersebut adalah gerakan keilmuan yang dimotori oleh para Ulama dan Intelektual. Namun peran ulama dan intelektual makin terasa jika mereka bersinergi, membangun jaringan kerja sama yang rapi, serta serta ditopang oleh kekuatan ekonomi dan stabilitas Politik sehingga kegiatan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan berjalan lancar.
MIUMI dideklarasikan di Jakarta, 28 Februari 2012 atas inisiatif dari tokoh umat lintas tandzim, diantaranya Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, Ust Bachtiar Nasir Lc, Dr. Adian Husaini, Ust. Asep Sobari,Lc Ust Fahmi Salim, MA, Ustadz Farid Ahmad Okbah,MA, Ustadz Fadzlan Garamatan, Ust Muhammad Zaitun Rasmin, MA (Wahdah Islamiyah), Jeje Zaenuddin, Ahmad Sarwat, M. Khudori, Ust DR. Ahmad Zein An-Najah.
Saat ini MIUMI telah memiliki perwakilan di 9 daerah yaitu Aceh (Yusran Hadi, Lc, MA), Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau (DR.Mustafa Umar), Sulawesi Selatan (Rahmat Abdul Rahman, Lc,MA ), Jawa Tengah (Dr. Mu’inuddinillah Basri), JawaTimur (Kholili Hasib, MA), Yogyakarta (Fathurrahman Kamal, MA), dan Jawa Barat (Ahmad Husain Dahlan).
Dalam kancah nasional, MIUMI dikenal kepeloporannya dalam penolakan Draft RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) dan dukungan terhadap Fatwa MUI Jawa Timur tentang kesesatan aliran Syi’ah. Beberapa hasil penelitian dan kajian MIUMI telah dipublikasikan.* Sym.
MI'RAJ NEWS AGENCY. Gaza, 24 Muharram 1434 /07 Desember 2012
(MINA) - Harman Tajang Lc, seorang ulama muda asal Makassar
berkesempatan mengisi khutbah Jum'at di Masjid Umari Jabalia, Jalur Gaza
Utara, Jum’at (07/12).
"Kita tak berkumpul karena dunia,
melainkan karena Aqidah Islamiyah, dan kami sampaikan amanat salam dari
saudara-saudara Muslim di Indonesia yang senantiasa mendoakan kalian,"
kata Harman pada khutbah Jum’at yang dihadiri ribuan jama’ah, termasuk
11 Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sedang
melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Dalam khutbahnya, ayah dua anak
yang pernah mengenyam pendidikan dua tahun di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa
Asing (STIBA) Ma’had 'Aly Al-Wahdah Makasar itu menyampaikan tema
tentang “Jihad fie Sabilillah dan Keutamaan Syahid fie Sabilillah’.
“Ustadz Harman juga mengungkapkan
rasa syukur kepada Allah atas tercapainya impian dia untuk berkunjung ke
Jalur Gaza,” kata koresponden Mi’raj News Agency (MINA), Muhammad Husen
di Gaza.
Harman adalah ulama Indonesia kedua
yang berkesempatan menyampaikan khutbah Jum'at di Jalur Gaza setelah
pada 2011 lalu salah seorang relawan MER-C, Abdurrahman Abu 'Isa
memberikan khutbah Jum'at di masjid yang sama.
Harman yang juga lulusan
Universitas Internasional Afrika Sudan itu juga merupakan satu-satunya
ulama Indonesia yang ikut dalam rombongan Ikatan Ulama Islam
Internasional (Muslim Scholars Association/MSA) yang mengunjungi Gaza.
Rombongan ulama itu datang di Jalur
Gaza, Selasa (04/12) dan keluar dari daerah itu Jum'at (07/12).
Rombongan itu terdiri dari 15 ulama dari berbagai negara, di antaranya
dari Saudi, Yaman, Sudan, Qatar, dan Kuwait, dipimpin oleh ulama besar
dari Saudi Arabia, Syeikh al Amin al Haaj Mohammad Ahmad.
Agenda kunjungan yang juga diikuti
oleh wakil ketua MSA, Ali Salouth dan Abdulrahman Al-Humoud serta
Sekjennya, Syeikh Nasser bin Salman Al-Omr itu di antaranya mengadakan
kunjungan ke Kantor Parlemen Palestina, Universitas Islam Gaza, dan
Masjid-masjid di sekitar Jalur Gaza.
Kunjungan tersebut merupakan aksi
dukungan dan motivasi bagi rakyat Palestina yang tengah berjuang
memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Israel ke Jalur
Gaza belum lama berselang serta memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah
yang diblokade Israel itu. (L/R-022/R-009/R-002/R-007).
Mi'raj News Agency (MINA)
Sidrap, Juma’at 7 Desember 2012 bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1434 Hijriyah Mesjid Dzulhijrah yang merupakan pusat kegiatan Dakwah DPC Wahdah Islamiyah Baranti untuk pertama kalinya digunakan Sholat Jum’at. Meskipun pembangunan belum rampung secara total, namun Masjid yang mulai dibangun pada September tahun lalu ini sudah dianggap layak untuk ditempati shalat berjamaah. Acara shalat Jumat perdana ini juga dirangkaikan dengan makan siang bersama di rumah Bapak H Zulkifli yang bersebelahan dengan Masjid Dzulhijrah. H. Zulkifli yang akrab disapa H. Pilli merupakan salah satu tokoh penting dalam pembangunan masjid Dzulhijrah yang juga merupakan penasehat DPD wahdah Islamiyah Sidrap.
Pelaksanaan shalat Jum’at perdana ini dihadiri oleh sekitar ratusan jamaah, baik dari pengurus DPC WI Panca Rijang, DPC WI Kulo, DPC WI MaritengngaE, DPC WI Watang Pulu, serta masyarakat sekitar Masjid. Turut juga hadir, Sekretaris DPD Wahdah Islamiyah, Syahrul Mubarak, SKm, Ketua DPC Maritengngae, Muhammad Arsyad, dan Ketua DPC WI Baranti sebagai Pertokol Sholat Jum’at. Adapun khatib yakni Ustadz H. Muhammad Said Saad, Lc yang merupakan Ketua DPD Wahdah Islamiyah Sidrap. Dan bertindak selaku Imam yakni Ustadz Bustamin Amin, S.Pdi wakil Ketua DPD Wahdah Islamiyah Sidrap.
Sebagaimana khutbah Jumat pada umumnya, Khatib senantiasa mengawali dengan ketakwaan kepada seluruh jamaah jumat. Ketakwaan yang merupakan bekal penting dan utama dalam meniti kehidupan dunia yang dipenuhi ranjau dan duri ini. Terlebih lagi di zaman ini, yang mana tiada hari tanpa fitnah dan godaan, maka sangat amat dibutuhkan bekal ketakwaan untuk bisa lolos dan selamat dunai dan akhirat.
Tidak lupa khatib memberikan
apresiasi kepada segenap warga yang telah hadir dan menjadi orang-orang pertama
yang shalat Jumat di Masjid Dzulhijrah. Semoga dengannya, kita menjadi contoh
dan akan diikuti oleh orang lain. Karena memulai suatu perkara kebaikan akan
mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya. Sebagaimana Sabda Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Barangsiapa yang merintis(memulai) dalam agama Islam sunnah(perbuatan) yang baik maka baginya pahala dari perbuatannya tersebut, dan pahala dari orang yang melakukannya(mengikutinya) setelahnya, tanpa berkurang sedikitpun dari pahala mereka. (HR. Muslim No. 1016)
Sang Khatib juga menyampaikan tentang berbagai keutamaan masjid. Masjid merupakan satu-satunya tempat yang diakui oleh Allah azza wa jalla sebagai rumahNya. Masjid juga merupakan bangunan pertama yang dibangun oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena keutamaannya, maka elemen yang terkait dengannya juga turut memiliki kemuliaan. Orang yang menjadi Imam masjid mendapatkan pahala yang sangat besar. Disebutkan dalam riwayat bahwasannya Imam mendapatkan semua pahala orang yang makmum di belakangnya. Begitu pula Orang yang mengumandangkan Adzan atau Muadzin masjid juga memiliki keutamaan yang besar. Sampai-sampai Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, “Seandainya saya bukan seorang khalifah, maka saya mau jadi seorang Muadzin”. Orang-orang yang shalat berjamaah di masjid dijanjikan pahala 27 derajat dibanding orang yang shalat sendiri-sendiri. Bahkan pemuda yang hatinya cenderung kepada masjid akan mendapatkan naungan Allah Subehanahu wa ta’ala di Padang Masyar kelak.
Marilah kita senantiasa mengajak
dan mengingatkan orang untuk memakmurkan masjid. Karena dengan memakmurkan
masjid Allah kita dapat tergolong ke dalam hambanya yang beriman. Sebagaimana
firmanNya:
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah
ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap
mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain
kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan
orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. At Taubah Ayat ke 18)
Masjid Dzulhijrah merupakan salah satu diantara sekian banyak masjid di Kab. Sidrap. Khususnya di Kecamatan Baranti ini, dimana-dimana kita bisa temukan masjid. Masjid diharapkan agar tidak sekedar menjadi sarana ibadah bagi kaum muslimin. Namun juga sarana atau tempat pembinaan umat. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan pembinaan kepada para sahabatnya di masjid. DI tempat itulah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan banyak hal mulai dari aqidah yang benar, ibadah yang benar, perkara muamalah, perekonomian, hingga strategi perang. Inilah yang jarang kita temukan di masjid- masjid masyarakat kita sekarang. Pada umumnya, masjid hanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk shalat 5 waktu saja.
Kita harapkan dengan bertambahnya masjid di Baranti ini, dapat menambah semangat bagi umat muslim untuk beribadah dan menjadikan tempat mulia ini sebagai basis pembinaan umat. (www.wahdah.or.id) Azr/
Sidrap, 24/11. Setelah sukses dengan tabligh akbar “Metode
Pengobatan Islami” dengan pemateri Ustadz Syaibani Mudjiono, S.Pdi, Lc, yang diadakan di Masjid
Nurtarbiyah Baranti, beberapa pekan lalu
Sabtu, 10 November 2012. DPC Wahdah Islamiyah Baranti kembali menggelar
Kajian Islami dan Buka Puasa Asyuro bersama di rumah H.Zulkifli Baranti. Para
peserta yang hadir rata-rata sedang menjalankan puasa Asyura. Puluhan peserta
yang hadir berasal dari beberapa DPC wahdah Islamiyah di kabupaten Sidrap termasuk
juga dari DPD WI Enrekang, Kapolsek Baranti, Danramil Baranti serta tamu undangan
buka puasa didahului dengan kajian Islam
yang dibawakan oleh Ustadz Ahmad Said Ambo Tata, Lc, Ma.
Dalam kesempatan ini, Ustad Ahmad said mengulas tema tentang
ketetapan & ketentuan Allah Subehanahu wata’ala. Bahwa tidak ada ketetapan
Allah yang tidak baik, semua memiliki hikmah. Tergantung bagaiman kita menerima
ketetapan itu, sebab soal ketetapan ada yang sesuai dengan keinginan namun ada
juga yang bertentangan dengan kemauan kita. Disinilah diperlukan syukur atas
nikmat dan sabar atas musibah. “ Yang jelas ketetapan apapun itu, semua baik
untuk kita, kalau itu berupa musibah harus diterima dengan sabar dan lapang
dada, sebab akan ada kebaikan yang
disiapkan Allah kepada kita, paling tidak sebagai pelebur dosa yang pernah kita
perbuat.
Hanya saja kebaikan itu tidak seketika diperlihatkan, balasan
kebaikan dari taqdir berupa musibah, ada yang diperlihatkan di dunia, adapula
nantinya di akhirat kelak.
Sementara H. Zulkifli atau akrab disapa H. Pilli sebagai
tuan rumah menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda untuk terus mempertahankan dan memurnikan Islam di
kalangan masyarakat, mengingat saat ini tantangan modernisasi gencar membawa
dampak negatif generasi muda Islam.
Lanjut H. Pilli yang juga merupakan penasehat DPD Wahdah
Islamiyah Sidrap, lembaga Islami sudah
jarang diminati bahkan remaja masjid yang dulunya ramai sekarang tidak lagi.
Makanya dengan kajian Islami seperti ini kita berharap masyarakat bisa belajar
dan mengamalkannya. Kedepannya kita akan senantiasa menggelar kegiatan serupa
dengan harapan masyarakat bisa lebih mengenal Islam secara sempurna.
Lembaga Muslimah Gelar Temu Majelis Ta’lim sekaligus undian
Umrah Gratis
Lembaga Muslimah cabang baranti, Sidrap Jum’at 23 Nopember
2012 menggelar Temu Akbar majelis ta’lim di rumah penasehat LM Baranti , Hj. Hariah
Desa Passeno, kecamatan Baranti. Kegiatan ini dihadiri oleh Majelis ta’lim se kecamatan
Baranti, pengurus LM DPD WI Sidrap, Camat Baranti yang diwakili Lurah Duampanua serta
tamu undangan.
Penasehat LM cabang Baranti, Hj. Dariah mengatakan acara
tersebut merupakan salah satu program kerja unit dakwah LM Baranti” Ini
merupakan program rutin dalam mengembangkan dakwah Islam ditengah masyarakat
khususnya bagi kaum ibu”
Hal senada disampaikan ketua LM Baranti, Husniah, A.Ma dalam
kata sambutannya kegiatan ini Insya allah rutin dilaksanakan dan selain
kegiatan ini masih banyak kegiatan serupa yang akan dikembangkan oleh LM
Baranti.
Acara inti yakni materi Temu majelis ta’lim yang bertemakan Kiat Kiat Menghidupkan Sunnah dari
Wakil Ketua LM DPD WI Sidrap, Ummu Faiz menjelaskan saat ini banyak diantara
kita telah meninggalkan sunnah sunnah Rasulullah, sehingga kita perlu banyak belajar
dan mengikuti kajian kajian Islami untuk bisa kembali menghidupkan sunnah. Telah
banyak sunnah yang disampaikan oleh Rasulullah, namun kaum Muslimin sendiri
telah meninggalkannya sampai sunnah yang gampang dikerjakan pun sudah
ditinggalkan, mulai dari makan dengan tangan kanan, makan dengan posisi duduk,
memelihara wudhu, mendoakan orang yang bersin serta sunnah sunnah lainnya.
Pemateri juga menyampaikan perkataan Dari Ibnu ’Abbas
radliyallaahu ’anhuma bahwasannya: Tidaklah datang kepada manusia satu tahun
kecuali mereka membuat-buat bid’ah dan mematikan sunnah di dalamnya. Hingga
hiduplah bid’ah dan matilah sunnah”
Terakhir pemateri menyampaikan semoga kedepannya kita bisa
konsisten dengan sunnah, dengan banyak belajar, serta berdoa agar Allah menjaga kita untuk tetap menghidupkan
sunnah Rasulullah.
Sesi terakhir acara ini dirangkaikan dengan pengundian umrah gratis yang diberikan oleh Hj Dariah, dari pengundian ini Hj. Nursam berhak
menngikuti umrah gratis. Selain undian
umrah, LM Baranti juga menyerahkan cindramata berupa Jilbab Syar’i dan Buku
Islami kepada Camat Baranti serta salah satu peserta Temu Akbar Lembaga
Muslimah Baranti. (www.mukmin.in)
SIDRAP,AJPNews-- Mengecam Aksi tentara
Israel yang menyerang warga tak berdosa di Palestina mendapat dukungan
dari berbagai kalangan, bahkan dari para santri dan santriwati Pondok
Pesantren (Ponpes) Al Urwatul Wutsqa Kecamatan Baranti.
Sebagai bentuk kecaman terhadap serangan Israel itu, ratusan santri dan santriwati Ponpoes Al Urwatul Wutsqa itu menggelar Shalat Gaib dan doa bersama di Masjid Pesantren. Shalat Gaib dan Doa bersama itu dilaksanakan usai melaksanakan Shalat Isya secara berjamaah dipimpin Pimpinan Ponpes Al Urwatu Wutsqa, Ustaz H Imran Muin Yusuf. Masyarakat sekitar juga turut serta menggelar Shalat Gaib bersama para santri.
Pimpinan Ponpes Al Urwatu Wutsqa, Ustaz H Imran Muin Yusuf usai menggelar Shalat gaib dan Doa bersama berharap Pemerintah Indinesia bisa tegas untuk mendesak PBB untuk turun tangan menghentikan konflik tersebut, bukan hanya sekedar mengutuk saja.
Menurut H Imran Muin, sebagai umat beragama pasti mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina, palagi kata dia itu merupakan tragedi kemanusiaan.
"Kami dari pihak pesantren hanya bisa berharap pemerintah kita lebih tegas memberikan tekanan diplomatik kepada Israel, karena untuk mengatasi masalah seperti ini, umumnya hanya melalui meja perundingan,"ungkapnya.
H Imran mengaku sangat berharap serangan Israel itu bisa segera berakhir, sehingga tidak ada lagi korban tak berdosa yang berjatuhan. ia menghaku sangat miris melihat anak-anak dan wanita tak berdosa yang harus jadi sasaran penembakan. (cha)
Editor Online : Ady Sanjaya
www.ajatapparengnews.com
Sebagai bentuk kecaman terhadap serangan Israel itu, ratusan santri dan santriwati Ponpoes Al Urwatul Wutsqa itu menggelar Shalat Gaib dan doa bersama di Masjid Pesantren. Shalat Gaib dan Doa bersama itu dilaksanakan usai melaksanakan Shalat Isya secara berjamaah dipimpin Pimpinan Ponpes Al Urwatu Wutsqa, Ustaz H Imran Muin Yusuf. Masyarakat sekitar juga turut serta menggelar Shalat Gaib bersama para santri.
Pimpinan Ponpes Al Urwatu Wutsqa, Ustaz H Imran Muin Yusuf usai menggelar Shalat gaib dan Doa bersama berharap Pemerintah Indinesia bisa tegas untuk mendesak PBB untuk turun tangan menghentikan konflik tersebut, bukan hanya sekedar mengutuk saja.
Menurut H Imran Muin, sebagai umat beragama pasti mengecam apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina, palagi kata dia itu merupakan tragedi kemanusiaan.
"Kami dari pihak pesantren hanya bisa berharap pemerintah kita lebih tegas memberikan tekanan diplomatik kepada Israel, karena untuk mengatasi masalah seperti ini, umumnya hanya melalui meja perundingan,"ungkapnya.
H Imran mengaku sangat berharap serangan Israel itu bisa segera berakhir, sehingga tidak ada lagi korban tak berdosa yang berjatuhan. ia menghaku sangat miris melihat anak-anak dan wanita tak berdosa yang harus jadi sasaran penembakan. (cha)
Editor Online : Ady Sanjaya
www.ajatapparengnews.com
















