Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kampanye. Tampilkan semua postingan

Kurma Rabbee Iran – Alfa Mart
 
Bulan Ramadhan ini jangan berbuka puasa dengan kurma-kurma produksi ‘israel’. Ramadhan adalah bulan di mana kita mengingat saudara kita yang kurang beruntung. Dan akan menjadi sebuah penghinaan jika di bulan ini kita malah mendukung penjajahan.

Setiap tahun, ‘israel’ mengeksor kurmanya ke seluruh dunia. Banyak orang yang tidak tahu, membeli kurma-kurma itu dan menyajikannya sebagai hidangan berbuka puasa. Perlu diketahui, kurma-kurma ini tumbuh di permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dan Lembah Yordan, di atas lahan curian dari Palestina. Dengan membeli kurma-kurma ini, kita membantu ‘israel’ untuk melanjutkan penjajahannya terhadap rakyat Palestina. Dengan pertimbangan ini, Friends of Al Aqsa (FOA) kembali meluncurkan kampanye ‘Check the Label’.

, , , , , , , , , ,

Islamedia -Muslim Amerika Serikat meluncurkan kampanye iklan dan media sosial dengan harapan untuk memulihkan citra kata "jihad" dari kelompok ekstrim, yang dianggap sering terjebak mempersamakan laku spiritual itu dengan terorisme.

Kampanye tersebut menampilkan gambar individu-individu Muslim yang menunjukkan perjuangan pribadi mereka -- sebagai makna Jihad -- di bus-bus, Twitter, Facebook, dan sebuah laman khusus: myjihad.org.

"Jihadku ialah menjalin persahabatan lintas batas," kata salah satu iklan yang menampilkan seorang pria Afro-Amerika bersandar ke bahu seorang teman Yahudinya, sebagaimana laporan AFP.

"Jihadku ialah untuk terus melangkah maju, walaupun kehilangan anak tercintaku," kata iklan yang lain, menampilkan potret seorang ibu dengan tiga orang anak yang tersisa. Sang Ibu kehilangan anaknya karena menderita Sindrom Hunter.

"Jihadku ialah tidak menghakimi orang dari penampilannya," kata iklan ketiga, menampilkan dua orang perempuan mengenakan kerudung.

Iklan kampanye muslim tersebut turut dipicu oleh merebaknya serangkaian iklan bermuatan kebencian yang menjuluki Muslim sebagai "kaum bengis" dan mendorong orang-orang untuk "mengalahkan jihad", iklan-iklan kebencian tadi ditempelkan di bus-bus dan kereta-kereta di New York, Chicago, dan San Fransisco.

Tetapi iklan kampanye balasan tersebut juga ditujukan kepada kalangan muslim, mengingat makin besarnya rasa kecewa karena pendistorsian dan pembusukan makna jihad sebagai keyakinan iman mereka yang mendasar.

"Jihad ialah sebuah istilah yang malangnya telah disalahtafsirkan secara luas oleh aksi-aksi kalangan ekstrim, dan oleh usaha-usaha indoktrinasi masyarakat yang datang dari kelompok-kelompok Islamofobik yang mengklaim bahwa ekstrimis minoritas itu benar dan muslim mayoritas itu keliru," kata Rehab, yang merupakan salah satu direktur eksekutif CAIR cabang Chicago.

"Kampanye MyJihad ialah untuk merebut ulang makna jihad dari penafsiran ekstrim anti-Muslim," lanjut Rahab.

Iklan-iklan tersebut ditempatkan di bus-bus di Chicago. Rehab mengharapkan dapat meningkatkan pendanaan untuk memperluas jangkauan kampanye hingga ke kota New Yok, Washington, San Francisco, Seattle, Houston, Dallas, dan Oklahoma City. Panitia penyelenggara juga sedang mempersiapkan agar iklan-iklan tersebut bisa tampil di bus-bus di Toronto, London, Manchester, Sydney, dan Melbourne. [iinanews]

Sumber: Islamedia

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sesudah Ivan Slank seorang bintang lainnya, Fadly Padi, vokalis grup Padi menyatakan niatnya untuk mengajak seluruh masyarakat menggunakan Dinar dan Dirham.
“Saya cukup memahami masalah ekonomi segala dan masalah yang kini dialami oleh masyarakat banyak. Dan sejak saya mengenal Dinar dan Dirham saya menemukan jawabannya,” demikian, antara lain, yang disampaikan oleh vokalis grup band populer Fadly Padi, dalam acara halal bihalal Jawara Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karena itu, Fadly menyampaikan keinginannya untuk turut terlibat dalam memasyarakatkan Dinar dan Dirham. Secara pribadi ia telah cukup lama mengenal dan menggunakan Dinar dan Dirham, termasuk untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya, di Sekolah Alam, Ciganjur, Jakarta Selatan.
Kehadirannya dalam acara halal bi halal adalah awal ia bergabung dalam komunitas Jawara (Jaringan Wirausahawan dan Pengguna Dinar dan Dirham Nusantara) secara lebih intensif.

Ia juga menyampaikan keinginannya untuk lebih banyak berbicara di kalangan anak-anak muda. Sebagai musisi populer yang digemari kaum muda, Fadly bisa mengambil peran yang sangat signifikan dalam berdakwah. Apalagi, belakangan Fadly juga terlibat dalam kegiatan dan acara yang bertujuan dakwah, termasuk berkolaborasi dengan penyanyi internasional Maher Zein.

Halal bi halal itu sendiri berlangsung meriah dan hangat, dihadiri hampir 50 orang Jawara dan keluarganya. Pak Zaim Saidi yang hadir dan memberikan sambutannya mengingatkan bahwa tugas kaum Muslimin saat ini adalah mengembalikan misi dasar Islam yaitu perubahan atau tran formasi dan sebagai pembawa keadilan.
“Bapak dan Ibu sekalian adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah SWT untuk mengemban misi ini. Ketika kebanyakan orang lain belum melihat, belum mengerti, bahkan menertawakan, upaya mengembalikan muamalat dengan Dinar dan Dirham, ganjaran bagi orang yang menjalankannya akan sangat besar,” ujarnya.

(Pizaro/Islampos/Wakala)
 ISLAMPOS

, , , , ,