Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang menghadapi masalah peradilan. Kelompok Syiah Indonesia melakukan gugatan hukum, terkait Fatwa MUI Jawa Timur tentang Kesesatan Aliran Syiah. Tuntutan mereka: Fatwa itu dicabut, MUI dibubarkan, dan MUI didenda setiap hari Rp. 1 miliar terhitung sejak fatwa tersebut.

Persidangan akan dimulai pada tanggal 5 Juni 2013 ini. Sebelum persidangan dilakukan, MUI  meminta dukungan kaum Muslimin-Muslimat untuk memperkuat posisi dan kedudukannya dari tekanan Syiah Indonesia.
Dikutip dari Al Mustaqbal pihak MUI meminta dukungan kaum Muslimin Indonesia dengan cara:
  1. Kirimkan email dengan subyek: “Kami Memberi Dukungan atas Fatwa MUI Jatim No. Kep 01/SKF MUI/JTM/I/2012 tentang Sesatnya Ajaran Syiah”.
  2. Kirim email ini ke alamat Ustadz Irfan dari Komisi Fatwa MUI Pusat, dengan alamat email:   irfanh70@gmail.com
  3. Dalam isi email, silakan tulis pernyataan dukungan ke MUI. Kalimat atau isinya terserah saja, asalkan berisi dukungan positif kepada MUI (MUI Jawa Timur) dalam menetapkan fatwa sesatnya Syiah Rafidhah.
  4. Bila Anda tidak keberatan, silakan pesan seperti ini dikirimkan ke kawan-kawan, rekan, kolega, kenalan, dan kaum Muslimin seluas-luasnya.
Ketika dikonfirmasi ke Ketua MUI KH. Cholil Ridwan, beliau membenarkan tentang pentingnya dukungan bagi MUI yang diketuai KH Sahal Mahfudz tersebut.
Seperti diketahui, fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang kesesatan ajaran Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyah sesat dan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2012 Tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur mendapat gugatan.

Pihak penggugat, atas nama Teguh Sugiharto,  yang mengaku sebagai perorangan, dan beralamat di Jl. Cikadut Kelurahan Karang  Pamulang Kota Bandung dilayangkan kepada bulan 17 Januari 2013 kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jl. Merpati Blok D-3 No. 5 Kemayoran, Jakarta Pusat.

http://news.fimadani.com

, , , , , , , , ,


Sebuah Upaya Membedah Akar Pertumbuhan  dan Ide-ide Substansialnya
Oleh :Muhammad Ikhsan Zainuddin, Lc, M.Si

Pengantar
Indonesia nampaknya memang akan selalu menjadi lahan subur lahir dan tumbuhnya berbagai gerakan Islam dengan berbagai ragamnya; baik yang “hanya sekedar” perpanjangan tangan dari gerakan yang sebelumnya telah ada, ataupun yang dapat dikategorikan sebagai gerakan yang benar-benar baru. Dan sejarah pergerakan Islam Indonesia benar-benar telah menjadi saksi mata terhadap kenyataan itu selama beberapa kurun waktu lamanya.

, , , , , , , , , ,

Asosiasi Pengusaha Herbal Muslim Indonesia (APHMI) akhirnya mendeklarasikan diri di Jakarta, Senin (24/03/2013). Menurut ketua APHMI, Warsono, organisasi ini berdiri atas aspirasi dan keinginan para pengusaha herbal di seluruh Indonesia.
Menurutnya APHMI bisa membawa budaya thibbun nabawi (pengobatan ala nabi) menjadi salah satu rujukan kesehatan masyarakat. Dari sini peran dakwah melalui dunia kesehatan bisa mengambil peran penting.
"Dari sini kita juga berharap masyarakat bisa mendapatkan herbal dengan harga terjangkau," jelasnya dalam pengantar deklarasi tersebut.
Selain itu menurut Warsono, APHMI bercita-cita untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
APHMI hendak menciptakan industri herbal yang produktif dalam membangun perekonomian masyarakat Indonesia.

, , , , ,

MI'RAJ NEWS AGENCY. Gaza, 24 Muharram 1434 /07 Desember 2012 (MINA) - Harman Tajang Lc, seorang ulama muda asal Makassar berkesempatan mengisi khutbah Jum'at di Masjid Umari Jabalia, Jalur Gaza Utara, Jum’at (07/12).

     "Kita tak berkumpul karena dunia, melainkan karena Aqidah Islamiyah, dan kami sampaikan amanat salam dari saudara-saudara Muslim di Indonesia yang senantiasa mendoakan kalian," kata Harman pada  khutbah Jum’at yang dihadiri ribuan jama’ah, termasuk 11 Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sedang melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

     Dalam khutbahnya, ayah dua anak yang pernah mengenyam pendidikan dua tahun di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Ma’had 'Aly Al-Wahdah Makasar itu menyampaikan tema tentang “Jihad fie Sabilillah dan Keutamaan Syahid fie Sabilillah’.

     “Ustadz Harman juga mengungkapkan rasa syukur kepada Allah atas tercapainya impian dia untuk berkunjung ke Jalur Gaza,” kata koresponden Mi’raj News Agency (MINA), Muhammad Husen di Gaza.
     Harman adalah ulama Indonesia kedua yang berkesempatan menyampaikan khutbah Jum'at di Jalur Gaza setelah pada 2011 lalu salah seorang relawan MER-C, Abdurrahman Abu 'Isa memberikan khutbah Jum'at di masjid yang sama.

     Harman yang juga lulusan Universitas Internasional Afrika Sudan itu juga merupakan  satu-satunya   ulama Indonesia yang ikut dalam rombongan Ikatan Ulama Islam Internasional (Muslim Scholars Association/MSA) yang mengunjungi Gaza.

     Rombongan ulama itu datang di Jalur Gaza, Selasa (04/12) dan keluar dari daerah itu Jum'at (07/12). Rombongan itu terdiri dari 15 ulama dari berbagai negara, di antaranya dari Saudi, Yaman, Sudan, Qatar, dan Kuwait, dipimpin oleh ulama besar dari Saudi Arabia, Syeikh al Amin al Haaj Mohammad Ahmad.
     
Agenda kunjungan yang juga diikuti oleh wakil ketua MSA, Ali Salouth dan Abdulrahman Al-Humoud serta Sekjennya, Syeikh Nasser bin Salman Al-Omr itu di antaranya mengadakan kunjungan ke Kantor Parlemen Palestina, Universitas Islam Gaza, dan Masjid-masjid di sekitar Jalur Gaza.

     Kunjungan tersebut merupakan aksi dukungan dan motivasi bagi rakyat Palestina yang tengah berjuang memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Israel ke Jalur Gaza belum lama berselang serta memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah yang diblokade Israel itu. (L/R-022/R-009/R-002/R-007).
Mi'raj News Agency (MINA)

, , , ,