Bismillah Ar-Rahmaan Ar-Rahiym.
Assalaamu 'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu .
Alhamdulillah, Washshalatu wassalaamu 'alaa Nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa ash-haabihi ajma'iyn. Ammaa ba'du.
Ikhwan dan Akhwat
rahiymakumullahu jamiy'an, banyak hadits yang menyebutkan tentang
keutamaan menghapal Al-Qur'an, dan sepantasnya di hati setiap orang
yang beriman memiliki keinginan yang kuat untuk menghafalkannya, dan
senantiasa memiliki kecemburuan terhadap para penghafalnya, namun
kecemburuan yang kami maksud bukanlah kecemburuan negatif yang
menghendaki hilangnya suatu nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah
'Azza wa Jalla kepada saudaranya dan kemudian nikmat tersebut beralih
kepadanya, bukan itu Ikhwan dan Akhwat sekalian, akan tetapi yang
kami maksud di sini adalah kecemburuan positif di mana kita pun
menginginkan nikmat yang sama tanpa ada keinginan agar nikmat
tersebut hilang dari saudara kita, sehingga kitapun saling berpacu
bahkan saling tolong menolong dalam menggapai kebaikan tersebut.
Ikhwan dan Akhwat
rahiymakumullahu jamiy'an, sebelum kami masuk ke pembahasan metode
maka terlebih dahulu kami ingin melampirkan beberapa dalil tentang
keutamaan menghafal Al-Qur'an, dengan harapan ini semua akan lebih
memacu kita semua untuk berusaha dan terus berusaha menghafalkan
Al-Qur'an tersebut tanpa ada kata menyerah hingga KETETAPAN ALLAH
datang menghampiri kita semua, Insyaa Allah, Allahu Akbar...!!!
1. Hati seorang individu Muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah 'Azza wa Jalla.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu:
"Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh". (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih).
2. Memperoleh penghormatan dari Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam.
Dari
Abi Hurairah Radiyallahu 'anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu
'alayhi wasallam mengutus satu utusan yang terdiri dari beberapa
orang. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam mengecek
kemampuan membaca dan hafalan Al Qur'an mereka: setiap laki-laki dari
mereka ditanyakan sejauh mana hafalan Al-Qur'an-nya. Kemudian
seseorang yang paling muda ditanya oleh Rasulullah Shallallahu
'alayhi wasallam :"Berapa banyak Al Quran yang telah engkau hafal, hai Fulan?"
ia menjawab: aku telah menghafal surah ini dan surah ini, serta
surah Al-Baqarah. Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam kembali
bertanya: "Apakah engkau hafal surah Al-Baqarah?" Ia menjawab: Betul.
Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda:"Pergilah, dan
engkau menjadi ketua rombongan itu!". Salah seorang dari kalangan
mereka yang terhormat berkata: Demi Allah, aku tidak mempelajari dan
menghafal surah Al-Baqarah semata karena takut aku tidak dapat
menjalankan isinya. Mendengar komentar itu, Rasulullah Shallallahu
'alayhi wasallam bersabda: "Pelajarilah Al Qur'an dan bacalah, karena
perumpamaan orang mempelajari Al Quran dan membacanya, adalah
seperti tempat bekal perjalanan yang diisi dengan minyak misik,
wanginya menyebar ke mana-mana. Sementara orang yang mempelajarinya
kemudian dia tidur -dan dalam dirinya terdapat hafalan Al Qur'an-
adalah seperti tempat bekal perjalanan yang disambungkan dengan
minyak misik" (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya
hadits hasan (2879), dan lafazh itu darinya. Serta oleh Ibnu Majah
secara ringkas (217), Ibnu Khuzaimah (1509), Ibnu Hibban dalam
sahihnya (Al Ihsaam 2126), dan dalam sanadnya ada 'Atha, Maula, Abi Ahmad, yang tidak dinilai terpecaya kecuali Ibnu Hibban).
3. Penghafal Al Qur'an akan memakai mahkota kehormatan.
Dari
Abi Hurairah Radiyallahu 'anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu
'alayhi wasallam bersabda: :"Penghafal Al Qur'an akan datang pada
hari kiamat, kemudian Al Qur'an akan berkata: Wahai Tuhanku,
bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah
(kehormatan), Al Qur'an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah,
maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur'an
memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya.
Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki
(derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang
dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan" (Hadits diriwayatkan
oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah,
al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz
Dzahabi(1/533).)
4. Dapat membahagiakan kedua orang tua, sebab orang tua yang memiliki anak penghapal Al Qur'an memperoleh pahala khusus.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam:
"Dari
Buraidah Al Aslami Radiyallahu 'anhu, ia berkata bahawasanya ia
mendengar Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Pada hari
kiamat nanti, Al Qur'an akan menemui penghafalnya ketika penghafal
itu keluar dari kuburnya. Al Qur'an akan berwujud seseorang dan ia
bertanya kepada penghafalnya: "Apakah anda mengenalku?". Penghafal
tadi menjawab; "saya tidak mengenal kamu." Al Qur'an berkata; "saya
adalah kawanmu, Al Qur'an yang membuatmu kehausan di tengah hari yang
panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap
pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu
pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Qur'an
tadi diberi kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan
ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa.
Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang
harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.
Kedua orang tua itu lalu bertanya: "kenapa kami di beri dengan
pakaian begini?". Kemudian di jawab, "kerana anakmu hafal Al Qur'an.
"Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, "bacalah
dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya." Maka ia
pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau
perlahan (tartil). (diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).)
Rasulullah Shallallahu 'alayhi
wasallam bersabda: "Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya,
dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari
kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya
dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di
dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab:
"Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an" (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi)
5. Akan menempati tingkatan yang tinggi di Surga Allah 'Azza wa Jalla.
Sabda rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam:
"Dari
Sisyah Radhiyallahu 'anhu ia berkata, bahawasanya Rasulullah
Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan surga
sama dengan jumlah ayat-ayat Al Qur'an. Maka tingkatan surga yang di
masuki oleh penghafal Al Qur'an adalah tingkatan yang paling atas,
dimana tidak ada tingkatan lagi sesudah itu.
6. Penghafal Al Qur'an adalah keluarga Allah 'Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam:
"Dari
Anas Radhiyallahu 'anhu Ia berkata bahawa Rasulullah Shallallahu
'alayhi wasallam bersabda, "Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga
yang terdiri dari manusia." Kemudian Anas berkata lagi, lalu
Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bertanya: "Siapakah mereka
itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: "Ia itu ahli Qur'an (orang
yang membaca atau menghafal Al- Qur'an dan mengamalkan
isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa
bagi Allah.
7. Menjadi orang yang arif di surga Allah 'Azza wa Jalla.
Sabda
Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam "Dari Anas Radhiyallahu
'anhu Bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda;
"Para pembaca Al Qur'an itu adalah orang-orang yang arif di antara
penghuni surga,"
8. Memperoleh penghormatan dari manusia.
Sabda
Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam "Dari Abu Musa Al
Asya'ari Radhiyallahu 'anhu Ia berkata bahawasanya Rasulullah
Shallallahu 'alayhi wasallam bersabda: "Diantara perbuatan
mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua,
menghormati orang yang menghafal Al-Qur'an yang tidak
berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan
Al-Qur'an tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang
adil."
9. Hatinya terbebas dari siksa Allah 'Azza wa Jalla.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam
"
Dari Abdullah Bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu Dari Nabi Shallallahu
'alayhi wasallam Baginda bersabda: " bacalah Al Qur'an kerana Allah
tidak akan menyiksa hati orang yang hafal Al Qur'an. Sesungguhanya Al
Qur'an ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan
aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Qur'an maka hendaklah ia
bergembira."
10. Mereka (bagi kaum pria) lebih berhak menjadi Imam dalam shalat.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam :
"Dari
Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu Dari Rasulullah Shallallahu 'alayhi
wasallam beliau bersabda; "yang menjadi imam dalam solat suatu kaum
hendaknya yang paling pandai membaca (hafalan) Al Qur'an."
11. Disayangi oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam:
"Dari
Jabir Bin Abdullah Radhiyallahu 'anhu Bahawa Nabi Shallallahu
'alayhi wasallam menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur
dalam perang uhud dalam satu liang lahad. Kemudian nabi Shallallahu
'alayhi wasallam bertanya, "dari mereka berdua siapakah paling banyak
hafal Al Qur'an?" apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada
salah satunya, maka Nabi Shallallahu 'alayhi wasallam memasukkan
mayat itu terlebih dahulu ke liang lahad."
12. Dapat memberi syafa'at kepada keluarga.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam:
"Dari
Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhahu: "Barangsiapamembaca Al
Qur'an dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga
dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di
mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka."
13. Merupakan bekal-bekal yang terbaik.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam:
"Dari
Jabir bin Nufair, katanya Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam
bersabda; "Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah
dengan membawa sesuatu yang paling baik daripada sesuatu yang
berasal dari-Nya yaitu Al Qur'an.
Ikhwan dan Akhwat
rahiymakumullahu jamiy'an, semoga setelah menyimak beberapa keutamaan
menghafal Al Qur'an tadi antum sekalian sudah memberanikan diri
untuk Bersumpah bagi diri kita masing-masing bahwa DEMI ALLAH selama
kita masih diberi kesempatan dan kesehatan oleh Allah 'Azza wa
Jalla, maka selama itu pula kita akan terus berupaya untuk
menghafalkan kitab termulia tersebut yakni Al Qur'an meski sedikit
demi sedikit.
Baiklah Ikhwan dan Akhwat
rahiymakumullah, menghafal Al Qur'an bukanlah perkara yang mudah,
dibutuhkan keinginan yang kuat, keistiqamahan, kesabaran, dan disertai
dengan UPAYA NYATA yakni mau memulai dan terus berusaha tanpa kenal
lelah apalagi kata "MENYERAH", namun menghafal Al Qur'an juga
bukanlah amalan yang mustahil untuk dikerjakan OLEH SIAPA PUN, sampai
kepada kita yang memiliki seabrek kesibukan lainnya, namun perlu
kami ingatkan sekali lagi, bahwa harus SABAR dan ISTIQAMAH...!
Bagaimana metode menghafal bagi orang-orang yang memiliki kesibukan...?
Ikhwan dan Akhwat
rahiymakumullahu jamiy'an, antum jangan berfikiran bahwa dengan
metode ini antum akan menghafal Al Qur'an dalam waktu setahun atau
dua tahun, tidak Ikhwan dan Akhwat sekalian, bahkan metode ini
membutuhkan waktu 15 hingga 30 tahun, TERLALU LAMA...? terserah
penilaian antum bagai mana, namun setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI
PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI, mungkin antum khawatir akan diwafatkan
terlebih dahulu sebelum menyelesaikan hafalan...? Maka kami
sampaikan bahwa SETIDAKNYA KITA BISA BERBAHAGIA KARENA MENINGGAL
DALAM KONDISI MEMBAWA NIAT YANG MULIA YANG DIBENARKAN OLEH AMALAN
YANG TENGAH KITA LAKUKAN, dan juga antum jangan berfikiran bahwa ini
adalah pekerjaan yang mudah untuk dikerjakan tanpa kesabaran,
keistiqamahan, dan tindakan nyata, sebab tanpa semua itu berarti
antum hanyalah BERANGAN-ANGAN...!
Syarat yang WAJIB untuk antum penuhi sebelum melaksanakan metode ini adalah:
1. Niat karena mengharap Keridhaan Allah.
2. Mampu membaca Al Qur'an
dengan tartil (tajwid yang benar), atau setidaknya antum terus
berusaha untuk memperbaiki kualitas bacaan Al Qur'an antum.
Berikut adalah metode yang Alhamdulillah telah kami buktikan sendiri dalam kurun waktu yang belum genap setahun ini:
1. Mulailah menghafal dari Juz 30 atau juz 29 atau juz 28, setelah itu silahkan mulai dari Juz 1 dan seterusnya.
2. Gunakan Mushaf Al Qur'an
Huffadzh, yakni Al Qur'an cetakan standard international, di mana
setiap juz-nya rata-rata terdiri dari +/- 10 lembar (20 halaman; di
mana setiap halaman maksimal terdiri dari 15 baris), usahakan
istiqamah dengan satu mushaf, tapi bukanlah alasan untuk tidak
menghafal ketika suatu ketika antum lupa membawa mushaf antum,
tetaplah menghafal meski dengan mushaf yang berbeda, ini hanya untuk
lebih memudahkan antum dengan sebuah kebiasaan.
3. Persiapkan diri dengan
mengatur 5 waktu khusus untuk menghafal dalam sehari, dan kami sangat
menyarankan bahwa waktu tersebut adalah setiap antum selesai
menunaikan shalat fardhu.
4. Setiap waktu tersebut,
hafalkanlah 1 baris, jika hal tersebut masih terlalu berat bagi antum
maka cukup hafal setengah baris saja setiap selesai shalat fadhu,
dan jika setengah baris ini masih memberatkan bagi antum, maka 'afwan
karena kami hanya mampu menyarankan kepada antum PERBANYAKLAH
ISTIGHFAR...!!! (Ikhwan dan Akhwan sekalian, dengan menghafal 1 baris
setiap selesai shalat fardhu, berarti insyaa Allah dengan kesabaran
dengan keistiqamahan, antum akan Menghafal seluruh Al Qur'an dalam
waktu 15 tahun, dan jika antum hanya sangguf menghafal setengah baris
setiap waktu yang telah ditentukan tersebut, maka insyaa Allah
dengan kesabaran dan keistiqamahan, maka antum akan menghafal
seluruh Al Qur'an dalam waktu 30 tahun, sekedar mengingatkan bahwa
setidaknya INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAPAL SAMA SEKALI).
5. Jika memungkinkan, cobalah
antum mencari sahabat atau teman yang bisa ikut menghafal bersama
antum, sebab hal tersebut akan lebih menguatkan bagi antum, boleh
dari saudara, teman, istri, atau suami, namun jika tak ada satu pun
maka sendiri juga insyaa Allah tidak mengapa, ANTUM PASTI BISA...!!!
6. Jika antum memiliki media
yang memungkinkan untuk membantu antum seperti HP, MP3/MP4 Player,
atau apa saja yang dilengkapi dengan fasilitas recorder &
playback maka gunakanlah media tersebut, rekam suara (bacaan) antum
pada media tersebut agar antum bisa mendengarnya di setiap kesempatan
sebelum tiba waktu selanjutnya, kegiatan ini sebagai media
muraja'ah dengan pendengaran sekaligus melatih telinga kita untuk
terbiasa tidak mendengar hal-hal yang sia-sia seperti lagu dan
musik.
7. Banyak-banyak berdo'a
kepada Allah 'Azza wa Jalla agar dimudahkan, diistiqamahkan untuk
menghafal Al Qur'an, juga agar diberi usia, kesehatan, dan kesempatan
untuk menyelesaikan cita-cita mulia ini.
8. Gunakan kesempatan Qiyam Al Layl sebagai waktu tambahan untuk memuraja'ah hafalan-hafalan antum.
MANAJEMEN KEGIATAN MENGHAFAL:
1. Target hafalan adalah 1
halaman terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang sanggup
untuk menghafal 1 baris setiap waktunya), atau setengah halaman
terhafal dengan lancar setiap pekannya (bagi yang menghafal setengah
baris setiap waktunya), cara mencapainya:
- Ba'da Subuh mulai hafal 1 Baris / setengah baris (pilih salah satunya sesuai kesanggupan, kemudian istiqamah-lah!!!).
- Ba'da Dzhuhur tambah hafal 1 Baris / setengah baris.
- Ba'da Ashar tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
- Ba'da Maghrib tambah hafalan 1 Baris / setengah baris.
-
Ba'da 'Isyaa' tidak perlu tambah hafalan, khususkan waktu ini untuk
memuraja'ah (mengulang-ulang) semua hafalan yang telah di hafal hari
itu, jangan lupa di antara waktu shalat fardu, manfaatkanlah media
yang antum miliki untuk memuraja'ah hafalan antum melalui
pendengaran.
- Lakukan hal di
atas selama 4 hari berturut-turut (hingga antum menyelesaikan target
antum dalam sepekan yakni 1 atau setengah halaman).
2. Dalam sepekan terdiri dari 7
hari, namun dengan metode ini insyaa Allah maksimal dalam 4 hari
antum telah menyelesaikan target hafalan antum untuk sepekan, berarti
masih tersisa 3 hari dalam sepekan tersebut, GUNAKANLAH 3 hari
tersebut untuk memuraja'ah hafalan antum pada pekan tersebut,
INGAT...!!! jangan terburu-buru untuk pindah ke hafalan selanjutnya,
tetaplah istiqamah dengan target antum yakni 1 atau setengah halaman
setiap pekannya.
3. Dalam sebulan, terdiri dari
4 pekan, berarti dengan metode ini antum akan menghafal 2 lembar
setiap bulannya (bagi yang menghafal 1 baris setiap waktunya), atau 1
lembar setiap bulannya (bagi yang menghafal setengah baris setiap
waktunya). Dari sini bisa kita ketahui bahwa dengan metode ini kita
bisa menghafal 2 juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal 1 baris
setiap waktunya, atau 1 Juz dalam waktu 10 bulan bagi yang menghafal
setengah baris setiap waktunya, sebab 1 Juz = 10 lembar Al Qur'an,
Ikhwan dan Akhwat rahiymakumullah, ini berarti dalam setahun
tersebut ada waktu 2 bulan tersisa yang lagi-lagi bisa kita
manfaatkan untuk KHUSUS memperlancar hafalan kita tersebut. Sekali
lagi kami ingatkan, bahwa JANGAN menambah hafalan antum di
waktu-waktu yang telah kita khususkan untuk muraja'ah.
KESIMPULAN DARI PENERAPAN METODE INI:
1. Jika antum menghafal 1
baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang penghafal
Al Qur'an dalam waktu 15 tahun, dengan kata lain "TIADA TAHUN KECUALI
HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 2 JUZ".
2. Jika antum menghafal
setengah baris setiap waktunya, berarti antum akan menjadi seorang
penghafal Al Qur'an dalam waktu 30 tahun, dengan kata lain "TIADA
TAHUN KECUALI HAFALAN ANTUM BERTAMBAH SEBANYAK 1 JUZ".
KELAMAAN IKHWAN DAN AKHWAT SEKALIAN...???
SEKALI LAGI... INGATLAH PESAN KAMI INI:
IKHWAN... SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI...!!!
AKHWAT... SETIDAKNYA INI MASIH LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK HAFAL SAMA SEKALI...!!!
Jika suatu ketika antum futhur
(lesuh semangat) dalam menggapai cita-cita mulia ini, maka ingatlah
(bacalah) kembali hadits-hadits Rasulullah Shallallahu 'alayhi
wasallam tentang keutamaan dan kemualiaan para penghafal Al Qur'an,
dan ingatlah kedua ibu bapak antum yang pastinya ingin untuk
dipakaikan Pakaian Kemuliaan beserta Mahkota kemuliaan di Akhirat
kelak.
Semoga Allah 'Azza wa Jalla
senantiasa melindungi kita dari kefuhuran, dan menjadikan kita semua
sebagai hamba-hambanya yang hafal Al Qur'an, mengamalkan, dan
mendakwahkannya, serta mematikan kita semua dalam kondisi dada yang
menyimpan Al Qur'an beserta kemuliaannya. Aamiyn Yaa Rabbal
'Aalamiyn.
Semoga bermanfaat, Salam dan do'aku untuk antum semua wahai saudara-saudariku seiman,
Washallallahu 'alaa
Nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa ash-haabihi ajma'iyn, wa
aakhiru da'waanaa 'anilhamdulillahi Rabbil'aalamiyn.
www.islamedia.comhttp://www.islamedia.web.id/2011/07/metode-sederhana-menghafal-al-quran.html
